BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Quran Jalan Menuju Islam

Profesor James D. Frankel
Banyak Jalan menuju Roma, namun hanya ada satu jalan menuju Islam bacalah surat dari Tuhan yang tertulis dalam Al Quran. Kita bisa dapatkan seribu penjelasan tentang Islam dari seribu ulama atau kiai atau ustad, namun tidak ada yang lebih akurat ketimbang penjelasan Tuhan dalam Quran. Kenyataan ini benar benar telah membawa Profesor James D. Frankel dari dunia atheis yang skeptis terhadap agama, menuju hidayah memeluk Islam. Banyak pertanyaan tentang hidup telah dia sampaikan kepada  berbagai pemeluk agama, termasuk muslim. Namun jawaban paling mengagumkan dia temukan sendiri dalam buku hadiah dari teman dekatnya enam tahun lalu. Buku itu dikenal dengan nama Al Quran. Dia temukan Quran sebagai jalan menuju Islam. Berikut kisahnya

Profesor James D. Frankel, pengampu mata kuliah Perbandingan Agama di University of Hawaii, lahir di New York, Amerika Serikat pada 1969.

Pada usia 13 tahun James yang dibesarkan dalam keluarga yahudi sekuler, memilih faham komunis setelah membaca buku Karl Marx

James mendapat hadiah Al Quran dari teman Pakistan bernama Mansour, lalu disimpannya dalam rak buku di rumahnya.

Beberapa tahun kemudian, James kuliah di Washington. Dia juga mulai meninggalkan pikiran komunisnya dan mempertanyakan tentang makna hidup yang menghantuinya sejak kecil.

"Untuk apa manusia dilahirkan" "kenapa manusia menderita" "kemana manusia setelah mati", tiga pertanyaan itu selalu menggelitik pikirannya sejak kecil.

Saat pemakaman neneknya, James berkesempatan menayakan hal itu kepada seorang Rabi Yahudi, namun tak mendapatkan penjelasan.

Meskipun skeptis, James suka mendengarkan banyak pengkhotbah dari berbagai aliran agama di seputar Times Square New York.

Tetap saja tidak ada khotbah yang berkesan baginya, bahkan sebaliknya, ada salah satu pengkhotbah dalam sebuah komunitas muslim kulit hitam yang mengatakan bahwa semua kulit putih adalah setan.

James bertanya tanya dalam hati, Kalau kulit putih adalah setan lalu kenapa dia selalu ingin tahu tentang Tuhan?

Di rumah dia teringat buku yang diberikan Mansour enam tahun lalu. Dia mencoba membacanya sampai tertidur. Keesokan harinya dia baca kembali. Dia tidak menemukan keterangan bahwa kulit putih adalah setan. Sebaliknya dia justru menemukan semua jawaban dari pertanyaan yang selama ini menghantuinya.

Buku yang dibacanya menjelaskan dengan gamblang tentang alam semesta, pencipta dan ciptaannya, tujuan penciptaan manusia dan semesta, serta kemana manusia pergi setelah mati.

James merasa Sang Penulis "sengaja" menjawab semua pertanyaan melalui buku hadiah dari Mansour tersebut.

"Saya belum pernah merasakan sesuatu seperti ini. Saya tanpa sadar menangis saat membacanya. Bulu kuduk saya kadang merinding dibuatnya. Saat itu saya benar-benar seperti sedang membaca tulisan Tuhan," kata James.

Saat Reuni dengan teman SMA di tahun 1990 James menjawab pertanyaan beberapa teman bahwa dia tak lagi komunis melainkan sudah bertuhan. Ketika ditanya tuhan yang mana? James menjawab, "Tidak ada Tuhan yang bermacam macam, hanya ada satu Tuhan di Alam Semesta ini, yaitu Tuhan Pencipta alam Semesta yang telah mengutus Muhammad membawa Quran untuk manusia"

Mendengar peryataan itu Mansour segera menegaskan bahwa James adalah seorang Muslim. James tertawa. Dia katakan bahwa Mansour itu muslim, sementara dia sendiri hanyalah seorang yang percaya pada satu Tuhan, bukan muslim.

Mansour menjelaskan bahwa kalimat yang diucapkan James merupakan kalimah syahadat, yang secara hakikat mengubah James menjadi seorang muslim.

Keyakinan itu sudah didapatnya sejak delapan bulan lalu berbekal buku hadiah Mansour sahabat nya itu. Namun baru hari ini dia sadar bahwa dia telah menjadi seorang muslim.

Buku hadiah Mansour itu bernama Quran, sebuah petunjuk yang telah benar benar mengantarkan James dari kegelapan menuju cahaya hidayah yang terang yaitu Islam.


Related Post / Artikel Terkait:



3 komentar:

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here