Cukup banyak yang sudah mengkaji dua kitab hadits "paling shahih" ini. Beberapa orang berhasil keluar dari "kacamata kuda" ketaklidan yang mengatakan bahwa kalau sudah Bukhori Muslim berarti "sempurna" kekuatan dalilnya, sehingga tak seorangpun berani mengatakan salah. Namun sebagian besar orang terperangkap dalam "kesempurnaan" Bukhori Muslim. Bagi mereka ini Bukhori Muslim menjadi "dewa yang tanpa salah" bahkan ketika ada ayat Quran yang bertentangan dengan apa yang ditulis dua orang ini,...mereka tak berani "menyingkirkan" tulisan itu. malahan mereka berjuang keras membikin penjelasan bertele tele untuk memperlihatkan bahwa pertentangan itu tak ada. Padahal sebenarnya akurasi kitab Bukhori Muslim ini tidaklah sekuat yang diyakini oleh banyak orang. Kenapa demikian?
Amat riskan jika dikatakan bahwa Bukhari Muslim pasti benar karena faktor faktor sbb:
- Bukhori maupun Muslim, keduanya bukan Nabi,… artinya kalau salah, itu wajar saja
- Bukhori maupun Muslim, keduanya menuliskan hadits sekitar tahun 200 Hijriyah. Berarti mereka tak pernah ketemu Nabi. Minimal ada 3-4 perawi beda generasi yang menjembatani antara Nabi dan mereka berdua. Jikapun mereka berdua menuliskan hadits dengan benar, maka sesungguhnya masih ada 3- 4 orang beda generasi yang juga harus “dikonfirmasi” kebenaran perkataannya. Tulisan Bukhori dikatakan benar sama dengan perkataan Nabi hanya jika perawi-antara ini mengatakan secara benar pula. Jika satu saja diantara mereka mengatakan secara salah maka Bukhori juga dipastikan salah. Jika kita bertanya tukang statistik berapa probabilitasnya, jawabannya adalah 12,5 % kemungkinan benarnya. Jika perawi-antara nya 4 orang maka tingkat akurasinya lebih kecil lagi hanya sebesar 6,25%. Itu artinya dari 100 hadits yang dituliskan Bukhari atau Muslim hanya ada 6-12 hadits yang benar-benar merupakan perkataan Nabi. Sisanya merupakan perkataan orang lain, interpretasi orang lain, atau perkataan Nabi yang mengalami distorsi, baik penambahan maupun pengurangan.
- Kotradiksi antara antara hadits baik yang berupa inkoherensi maupun yang bertentangan secara diametral, benar benar termuat dalam kitab Hadits. Namun selalu muncul “usaha” sinkronisasi untuk mendapatkan kesimpulan akhir bahwa keduanya tidak bertentangan. Tentu saja upaya semacam ini tidak bermafaat atau malahan bisa menimbulkan dampak buruk bagi banyak orang.
- Kontradiski antara beberapa hadits dengan Quran juga mudah ditemui dalam kitab kitab hadits Bukhori maupun Muslim.
Bad ,,, cikal bakal perpecahan islam nee (provokator) >_< ..
BalasHapusbetul juga brather,,,bahaya nie,,,,,
Hapusimama bukhori disalahain...
Hapuseh lo yang nulis blog ini...lo tinggal dimana
apa dasar ilmu agama lo .....
baru ngaji pesantren kilat ...belagu...
imam bukhori secara ilmu ...iman //akhlaq dah mumpuni bro......
nah lo sholat aja masih kagak khsuyu belagu......
Hebat bisa mengkritik imam bukhori dan imam muslim yg sudah di akui para ulama sunnah di dlm islam.....hati hati dengan postingan anda..apakah anda tau bagaimna imam bukhori mengumpulkan 1 hadits....dari segi sanad dan perawi?
HapusSubhanallah, Alhamdulillah.
BalasHapusAnda telah menjawab keraguan anda sendiri tentang ke"shahih"an hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
Logika statistik Anda memang bagus, tapi logika sampling Anda kurang valid -kalau tidak mau dikatakan konyol-.
Coba Anda cari tahu berapa jumlah total hadits yang terkumpul? Dalam kitab-kitab musnad sajalah.
100 kah, 1.000 kah, 10.000 kah? Tidak! Semuanya mencapai ratusan ribu bahkan sampai 500an ribu.
Anda kira Bukhari dan Muslim itu kurang pintar, cerdas, dan rajin?
Beliaunya menyeleksi satu per satu hadits tersebut dengan kriteria yang sangat-sangat ketat, beliau pelajari sanad periwayatnya dan matan riwayatnya dari generasi ke generasi.
Beliau sangat semangat dan rajin, tidak seperti "tukang statistik" yang hanya berdasarkan sampling, sampling, dan sampling, sebagai pengalihan karena tidak mau dikatakan "pemalas".
Hingga terkumpul hadits shahih yang tidak lebih dari 10.000, Anda kira itu mencapai 6-12 % dari total semua hadits. Tidak! Wahai yang merasa benar dan cerdas, Anda kurang tepat, 100 itu ngambil samplingnya bukan dari kitab shahih Bukhari dan Muslim tapi dari total semua hadits yang terkumpul, sedang 6-12 itu jumlah maksimal probabilitas hadits yang shahih, sebagai syarat dari Anda dan "tukang statistik" Anda.
Padahal, Jauh! Jauh! dibawah prosentase itu, hadits yang terseleksi oleh Bukhari dan Muslim.
Coba anda asah dan tajamkan lagi logika Anda, sayang dan kasihan kalau harus menjadi bahan tertawaan orang.
Anda sadar atau tidak itu urusan Anda, Anda sendiri yang akan mempertanggungjawabkannya.
Tidak ada paksaan dalam agama ini.
Namun bagaimanapun, terima kasih Anda telah menambah keyakinan kami tentang ke"shahih"an hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
maksud nya dari 10 000 hadits yang sudah disortir bukhari,.... yang benar benar dari rasulullah maksimal 6-12% saja,,... alias cuma 600 sd 1200 saja.... coba anda baca lagi ciar pintas
Hapussya yakin anda ini tidak hafal satupun hadits shohih beserta sanadnya,asal bacot aja,coba sebutkan satu saja hadits shahih beserta sanadnya kalau anda benar paham hadits dan bahasa arab!!
HapusO... BEGITU
BalasHapusMohon Bantuan dan hadist mana yang menurut anda "Shahih" dan Tolong Jelaskan Riwayat hadist yang menurut anda Shahih tersebut....
Maaf ya sodaraku yang berniat baik tapi miskin ilmu; Imam Bukhori dan Muslim mendapat predikat hebat dari para ulama besar yang jelas hidup mereka diperuntukan demi kemajuan dan keabsahan agama Alloh SWT. Sementara anda? sanggup mengkiritisi karya mereka atas dasar ap? berapa banyak ilmu yang anda dapat tentang Islam? Siapa anda? Imam Bukhori shalat dua rakaat sebelum beliau menulis hadits pada Kitab Shahihnya..., lalu anda?
BalasHapusYang saya tahu setiap tulisan anda pasti kontropersial dengan, saya malah berfikir mungkin tujuan bukanlah mencerahkan ummat, namun tujuan anda adalah merauh pengunjung sebanyak-banyaknya demi mendapatkan incom.
Sah-sah saja ko dalam dunia maya!
Namun MOHON DI INGAT!
Anda mungkin bisa mendapatkan uang banyak !
Tapi Saya yakin setiap apa yang anda lakukan takkan luput dari pengetahuan Alloh SWT.
terimakasih!
Pagi brother. Untuk kebaikan kita semua ada bagusnya kalau setiap artikel yang ditulis tidak keluar dari ranah pengetahuan dan wawasan penulisnya. Tulisan ini menjadi bukti bahwa amal apapun yang tidal dilandasi ilmu hanya akan menjadi bahan tertawaan orang. Siapa anda wahai penulis ? Adakah anda pernah kuliah di salah satu fak. ulumul hadits? Berapa banyak hadits yang pernah anda tarjikh? Seberapa dalam pengetahuan anda mengenai isnad? jawabannya anda yang tahu sendiri ( tidal akan jauh dari asumsi umum ). Lalu anda membuat argument asal-asalan berkenaan 2 tokoh hadits paling terkemuka. Sekali lagi SIAPA ANDA ?
BalasHapusIM
BalasHapusrasanya lebih lega kalau belajar lebih baik, agar tak galau hingga sangsi pada kebenaran. undang-undang buatan pak er te yang jelas bukan nabi juga kita hargai kan? wallahu a'lam
BalasHapusrasanya lebih lega kalau belajar lebih baik, agar tak galau hingga sangsi pada kebenaran. undang-undang buatan pak er te yang jelas bukan nabi juga kita hargai kan? wallahu a'lam
BalasHapusrasanya lebih lega kalau belajar lebih baik, agar tak galau hingga sangsi pada kebenaran. undang-undang buatan pak er te yang jelas bukan nabi juga kita hargai kan? wallahu a'lam
BalasHapusSaya rasa Artikel di Blog ini gak ada yang bermutu,
BalasHapusSemua artikel yang di tulis kayaknya cuma memecah belah keyakinan umat islam saja,,
Saya sarankan mendingan tinggalkan blog ini,
Kayaknya yang punya blog bukan orang Islam neh,,
Tampaknya penulis blog ini cukup cerdas, banyak pernyataan yang dianggap kontoversial tetapi sejatinya benar. Jika dikatakan akurasi Bukhori dalam menyitir perkataan Nabi yang diucapkan 200th sebelumnya adalah sangat lemah,..tentu tidak salah. Tinggal kita berusaha lebih jeli memberikan tafsir dan rekonstruksi hadits agar lebih mendekati kebenaran
BalasHapusanda sendiri belajar ilmu agamanya sudah setinggi apa?harus ada rujukan juga kalo bicara...jngan bicara tanpa ilmu,biar ga nyesatin orang,semakin tinggi ilmu seorang ulama semakin tawaduk dan hati hati,jangan ASBUN.....
BalasHapusudah...udah ...pada ribut aja sih...Betul kok kata sang penulis blog ini. Intinya kita jangan terjebak dengan mengkultus individukan Ulama. Kita boleh kok mengkoreksi sahih tidaknya hadis yang ditulis (dgn ilmu yg cukup pastinya) yg gk bolehkan mengkoreksi Al-Quran. bila dari ribuan hadits yang ditulis bukhori dan muslim ada beberapa yg kurang akurat....wajar ajalah toh itu tidak mengurangi penghormatan kita (bahkan Allah lho...) kpd mereka sbg Ulama besar ya kan? bahkan akan semakin membuka pintu ijtihad bagi para Ahli Hadits yg hidup di zaman setelah mereka. Bukhori dan Muslim adalah Ulama besar yang tidak luput dari kesalahan, hanya Allah dan RasulNya yang paling benar..
BalasHapuskayaknya yang nulis artikel bukan orang islam. ato orang islam yang gak tau dan gak pernah belajar hadits tapi sok tau....
BalasHapusnampak dari tulisannya asal... yang bela penulis artikel ini sama bodohnya....
geblekkkkkk..... geblekkkkkk
kayaknya yang nulis artikel bukan orang islam. ato orang islam yang gak tau dan gak pernah belajar hadits tapi sok tau....
BalasHapusnampak dari tulisannya asal... yang bela penulis artikel ini sama bodohnya....
geblekkkkkk..... geblekkkkkk
kayaknya yang nulis artikel bukan orang islam. ato orang islam yang gak tau dan gak pernah belajar hadits tapi sok tau....
BalasHapusnampak dari tulisannya asal... yang bela penulis artikel ini sama bodohnya....
geblekkkkkk..... geblekkkkkk
kayaknya yang nulis artikel bukan orang islam. ato orang islam yang gak tau dan gak pernah belajar hadits tapi sok tau....
BalasHapusnampak dari tulisannya asal... yang bela penulis artikel ini sama bodohnya....
geblekkkkkk..... geblekkkkkk
nyampah banget ini blog
BalasHapussaya sudah tahu hal ini dari tahun 60 an mas !
BalasHapusDasar orang Yahudi/Nasrani sok-sok Islam
BalasHapusNabi dan Rasul itu ya Muhammad ibni Abdillah,bukan Umar ibnu khattab,bukan bukhory atau bukan Muslim,kalo ada yng meragukan selain Muhammad SAW,itu sah-sah saja,karena yng digaransi kebenarannya kan cuma Rasulullah sbg pembawa risalah,sedang selain beliau hanyalah pengikut2nya yng tdk menutup kemungkinan berbuat keliru dan tdk digaransi oleh Allah tentang pasti benarnya.
BalasHapussaya bukan manusia yang pintar, tapi saya tahu kalau admin blog ini orang bodoh yang bicara tanpa ilmu.
BalasHapusQuran itu kalam Allah. Cukup untuk Islam. Hadiths merumit kan Islam dan sesama Islam. Empat mazahab kerana berlainan pendapat...berlainan pendapat kerana Hadiths. Islam tidak begitu mudah dan Indah kerana hadiths.
BalasHapusapakah anda tau tata cara sholat...?
Hapusapakah di alquran di jelaskan tatacara sholat?
saya doakan anda mendapatkan hidyah...sebab Al Quran & Sunnah tidak mungkin berbeda,
maka dari itu tatacara sholat di jelaskan di dlm hadits....(Sunnah Rasulullah)
yang nulis artikel ini bkan orang islam kayaknya.. anjing lhu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMantap... ternyata begini cara para "Rahmatan Lil Alamin" berdikusi. Benar-benar menentramkan. Tanpa kata-kata kotor dan menghujat. Memang orang Islam itu patut memegang gelar khalifah.
BalasHapusBravo... Bravo...
Bener juga yah? kenapa orang ngotot bahwa bukhari muslim pasti benar?
BalasHapuskalau quran pasti benar = setuju
kalau bukhori muslim pasti benar = nggak lah
cuma orang bego aja yang bilang gitu
bukhori saja gak ngomong gitu tuh
sy sedang menunggu contoh kasusdari admin hadits yg mana yg sedang diperbincangkan ini
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusahlussunnah wal jamaah itu ada 4 kriteria;
BalasHapus1.DALAM AQIDAH MENGIKUTI syeh abu mansur almaturidi dan syeh abu musya al 'asyari yg dikenal dengan AQO'ID 50(meliputi sifat wajib allah 20,muhal 20,jaiz 1. sifat wajib rosul 4,muhal 4,dan jaiz 1,)
2.DALAM URUSAN FIQIH mengikuti salah satu mazhab 4,hanafi,maliki,hambali,syafi'i(tidak dicampur aduk kecuali tingkah dorurot)
3.DALAM URUSAN HADIS YG DIBUAT HUKUM FIQIH mengikuti imam bukhori dan muslim.
4.DALAM URUSAN TASHOWUF mengikuti syeh abul qosil al-junaidi al-baghdadi..
selain islam yang tidak berpedoman/mengkufuri 4 kriteria tersebut,,
bisa di katagorikan bukan ISLAM AHLUSSUNNAH
bisa jadi mereka adalah ISLAM FALASIFAH,MUJASIMAH,JABARIAH,WAHABIAH dll...
dunia maya memang ga jelas ya.. bisa aja yang nulis blog ini anjing.. semua gak jelas..
HapusBERCERMINLAH ADMIN jika mereka orang2 yg 'alim dan sholeh serta telah telah terakui ke"aliman dan kesholehannya bisa salah apalagi kita yg mungkin teramat jauh lebih buruk dari yg buruk, pantaskah ADMIN membahas hal ini seolah-olah lebih baik dari mereka????????
BalasHapusJika tidak ada orang2 seperti mereka ( imam bukhori, imam muslim, imam abu daud, imam tirmizi , ibnu majah, dll ) dari mana kita tau lebih banyak tentang agama kita,???????
Ulama2 paling ternama, ter'alim, tersholeh, sejagat raya atau mungkin orang yg menjadi GURUnya ADMIN sekarang ini hidupnya 1500 tahun setelah masa rosul hidup. Jadi bisa dipastikan juga tidak bisa dijadikan acuan perkataanya karna lagi2 semua yg mereka katakan adalah mengacu dari orang2 sebelum mereka yg bisa saja kurang atau bahkan salah dalam menyapaikan.
Kalau sudah begitu BISAKAH admin memberikan solusinya???????????????
ni blog syiah ato JIL?
BalasHapusbisa jadi ini blog Jil dan SYIAH & ht......karena hanya mereka2 lah yg berani mengkritik hadits2 shahih...
HapusKenapa anda sekalian berkata kotor? Jangan selalu mengatakan bahwa itu hadis Nabi. Padahal, sesungguhnya bukan. Rasul menyatakan, barang siapa yang berbohong atas namaku maka tempatnya di neraka. Man Kadzdzaba alayya muta'ammidan fal yatabawwa' maq'adahu minan nar.
BalasHapusTelitilah kembali hadis-hadis yang ada sebelum diamalkan. Sudah benarkah itu hadis Nabi SAW. Jangan asal termuat dalam Shahih Bukhari, lalu diklaim sahih. al-Daruquthni menyatakan, terdapat sekitar 110 hadis palsu di dalam kitab tersebut dari sejumlah 6.000-an hadis. Muhammad al-Ghazali menyebutkan lebih banyak lagi. Ini artkel ttg hadist lemah dan palsu dalam bukharihttp://m.republika.co.id/berita/shortlink/68251
Ini artikelnya http://m.republika.co.id/berita/shortlink/68251
BalasHapuside busuk ini yg buat orang JIL yg katanya si h profesor tapi bodoh haha
BalasHapusribut mulu.bosen gue kalo pada merasa paling benar.orang yang paling benar( terjaga dari dosa,tetapi pernah berbuat salah) hanya Muhammad Rasulullah.ayo kita banyak belajar lagi tanpa henti hingga ajal.kalo ada yg ga sepaham biarin aja,nyapein doang.
BalasHapuspenulisnya malas baca kitab aslinya....
BalasHapussi penulis tidak mengawali tulisannya dengan "Basmallah"
BalasHapusImam Bukhari dan Muslim mengawalinya dengan "Basmallah"
inilal salah satu kiat orang untuk memisahkan umat islam dari nabinya.orang seperti seharusnya berterima kasih kepada imam bukhari dan imam muslim yg telah manghabiskan hidup mereka untuk meriwatkan hadst-hadist dari nabi muhammad saw.kalau bukan karena usaha keras mereka,pastilah akan banyak penyimpangan terhadap ajaran agama islam.kalau ada orang yg berpendapat agar kitab shahi bukhari-muslim ditinjau ulang,maka otak orang itulah yg harus diperiksa,siapa tau mengalami gangguan jiwa.wassalam
BalasHapushadist sahih bukhri-muslim dibuat dengan sistem yg sangat katet,melalui proses yg sangat teliti agar tidak terjadi kesalahan dikemudian hari.kalau ada hadist-hadistnya yg bertentangan dgn Al-Qur'an.barang kali kita saja yg belum memahaminya secara mendalam.atau hanya memahaminya secara sempit.atau memang kita sendiri yg su'zaan dgn periwat hadist tersebut.
BalasHapusBismillah,
BalasHapussungguh bila berbicara tanpa ilmu dan mereka-reka maka akan sangat berbahaya
disini saya mencukupkan kepada penulis untuk belajar Ilmu Musthallah hadits.
dengan begitu anda akan tahu, dari siapa dan bagaimana hadits-hadits sampai kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim bahkan sampai kepada Asy Syaikh Nashiruddin Albani Rahimahullahu jami'an
maaf lebih baik diam, daripada menambah2 dosamu.
yg Punya Blog ini setan berbentuk manusia..ane yakin betul
BalasHapushebat, hebat penulis yang bisa mengjritik imam bukhori muslim , dengan akalnya, kamu orang islam apa bukan sih, senegnya ngritik ulamak 2 islam yang sudah banyak berkarya, kritik hadis itu dengang ilmu hadis , mustolah hadis, bukan dengan akal ,anda mengatakan imam buhori nulis hadis sekitar tahun 200san hijriah, dari mana referensinya , ngacok.
BalasHapusINI ADALAH KELOMPOK INKARUSSUNNAH
BalasHapusATAU BISA JADI KELOMPOKNYA ISA BUGIS
BalasHapusLaa napa lah postingan ini
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskebenaran hanya milik allah subhanahu wata a'lla dan rasulnya....
BalasHapuskitab shahih bukhori dan muslim adalah kitab yang menjadi rujukan bagi para ulama - ulama terdahulu
kenapa si penulis yang hidup dimasa sekarang ini bisa mngatakan begitu kalau memang ada hadist shahih yang lebih shahih dari kedua kitab tersebut tunjukan dan siapa siapa perawi hadist tersebut????
Kalau ada yg tidak sesuai, dikembalikan ke Alquran..itu pesan para Imam Besar :)
BalasHapusIni yg buat kayanay bukan Muslim ya?? Artikelnya sepeti ingin memecah belah islam..
BalasHapushehe ... tambah geli mbaca tulisan orang gak berilmu dan sok pinter kayak gini. anak pra TK kok ngritik profesor doktor yang paling setia terhadap atsar manusia terbaik pilihan pencipta alam ini. yo wis, lama2 jijik aku stay di blog ini. cabut ah!
BalasHapushehe ... tambah geli mbaca tulisan orang gak berilmu dan sok pinter kayak gini. anak pra TK kok ngritik profesor doktor yang paling setia terhadap atsar manusia terbaik pilihan pencipta alam ini. yo wis, lama2 jijik aku stay di blog ini. cabut ah!
BalasHapusBukhori dan Muslim diserang HTI karena men"jarh" dawud bin Ibrahim al-Waasithiy dan Habib bin Salim sebagai perawi hadist' Khilafah ala Minhajin Nubhuwah. Hingga posisi hadistnya lemah, bahkan masuk katagori Hassanpun tidak.
BalasHapusHadist diatas adalah dagangan HTI untuk merekrut ummat Islam di Indonesia untuk mengikutinya.
Mengenai predikat, jelas, Taqiyudin Annabani tidak ada apa2nya dalam ilmu hadist dibanding Imam Bukhori dan Imam Muslim. Itulah alasannya kenapa Muslim Indonesia memilih meninggalkan HTI.
http://wiseislam.blogspot.com/2016/09/syaikh-albani-mati-kutu-di-hadapan.html
BalasHapusSiapa sangka Ulama Besar sekelas Muhammad Nashiruddin Al Albani alias Syaikh Al Albani mati kutu di hadapan seorang pemuda? Dalam kitabnya Kaifa Yajibu Alaina Annufassiaral Qur’anul Karim yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Tanya Jawab Dalam Memahami Isi Al Qur’an, beliau membahas soal Hadits Shahih tentang menangisi mayit yang menurut beliau tidak bertentangan dengan ayat-ayat Quran soal keadilan Tuhan. Bagaimana ceritanya?
BalasHapusMari kita simak bagaimana sang pemuda menunjukkan kepada kita bahwa Ulama benar benar bisa lupa bahwa dia telah menarik kesimpulan dengan logika yang salah, sehingga Syaikh Albani benar benar mati kutu di hadapan pemuda
http://wiseislam.blogspot.com/2016/09/syaikh-albani-mati-kutu-di-hadapan.html
Beberapa orang menyitir hadits. Beberapa yang lainnya menyitir hadits yang bertetangan dengan hadits pertama. kemudian mereka berdebat, menggalang dukungan, mendirikan masjid masing masing, membangun firqah dan kemudian melegitimasikan keterpecahan yang "mereka rencanakan" sendiri. Beberapa penengah mengganti kata "berpecah" dengan term "beda pendapat", bahkan menyitir satu lagi hadits lain yang menyatakan bahwa perbedaan adalah rahmat. Satu lagi orang dengan kopyah khusus ahli hadits datang memberikan satu lagi hadits nubuat, bahwa perpecahan itu memang sudah seharusnya terjadi karena 15 abad lalu Rasul sudah mengatakan bahwa muslimin akan pecah menjadi 73 golongan. Artinya kalau hari ini umat rukun rukun aja berarti ramalan Muhammad tidak akurat. Semua lelucon ini nyata terjadi, sungguh sungguh menimpa umat ini. Anehnya tak satupun menyadari bahwa penyebab utamanya adalah kesalahan dalam memahami hadits. Oh ya? berikut penjelasannya.
BalasHapusBagi seorang "ahli hadits" akurasi dalam memahami hadits terfokus pada seputar masalah sanad, rawi, dan matan. Tetapi ketika kita sejenak keluar dari dunia "mustholah hadits" sebenarnya ada kekeliruan "kronis" dalam memahami apa sebenarnya hadits itu? Saking akutnya kekeliruan yang terjadi barangkali kalau Jaya Suprana tahu bisa dimasukkan dalam daftar kelirumologinya beliau. Apa kekeliruan itu?
http://wiseislam.blogspot.com/2013/04/salah-paham-terhadap-hadits-dan.html