BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Salah Paham Terhadap Hadits dan "Kedunguan" Umat

Beberapa orang menyitir hadits. Beberapa yang lainnya menyitir hadits yang bertetangan dengan hadits pertama. kemudian mereka berdebat, menggalang dukungan, mendirikan masjid masing masing, membangun firqah dan kemudian melegitimasikan keterpecahan yang "mereka rencanakan" sendiri. Beberapa penengah mengganti kata "berpecah" dengan term "beda pendapat", bahkan menyitir satu lagi hadits lain yang menyatakan bahwa perbedaan adalah rahmat. Satu lagi orang dengan kopyah khusus ahli hadits datang memberikan satu lagi hadits nubuat, bahwa perpecahan itu memang sudah seharusnya terjadi karena 15 abad lalu Rasul sudah mengatakan bahwa muslimin akan pecah menjadi 73 golongan. Artinya kalau hari ini umat rukun rukun aja berarti ramalan Muhammad tidak akurat. Semua lelucon ini nyata terjadi, sungguh sungguh menimpa umat ini. Anehnya tak satupun menyadari bahwa penyebab utamanya adalah kesalahan dalam memahami hadits. Oh ya? berikut penjelasannya.
Bagi seorang "ahli hadits" akurasi dalam memahami hadits terfokus pada seputar masalah sanad, rawi, dan matan. Tetapi ketika kita sejenak keluar dari dunia "mustholah hadits" sebenarnya ada kekeliruan "kronis" dalam memahami apa sebenarnya hadits itu? Saking akutnya kekeliruan yang terjadi barangkali kalau Jaya Suprana tahu bisa dimasukkan dalam daftar kelirumologinya beliau. Apa kekeliruan itu?


Memang benar jika kita tanyakan, "Hadits itu apa sih?" Jawaban lazimnya berbunyi, "Hadits adalah perkataan Nabi,......dst" Tetapi kita bisa meminta seorang ustadz untuk menunjukkan satu saja hadits. kemudian kita lihat wujud fisik dari hadits yang disodorkan sang ustadz. Misalnya beliau menyampaikan hadits berikut:

Yang sedang kita lihat ini bukanlah perkataan Nabi. Yang terpampang di atas adalah tulisan Bukhari. Membaca teks diatas sama saja kita "mendengar" Bukhari berkata bahwa Anas mengatakan bahwa Nabi berkata,"Sesungguhnya kalian,.......dst dst,.." Dan mestinya segera muncul pertanyaan baru karena Bukhari tidak bertemu Anas. Bukhari hidup antara 120 sampai 180 tahun setelah Anas. Artinya minimal ada 3-4 orang periwayat hadits yang menjembatani anrata Bukhari dan Anas. Tentu saja kita tidak sedang membahas kesahihan hadis berdasar sanad. Kita sedang memperhatikan betapa definisi hadits menjadi tidak relevan dalam cara pandang ini.

Beberapa saran mengarahkan kita pada pengertian hadits yang lebih simple dan mengena sebagai berikut:

Hadits bukanlah perkataan nabi melainkan "hanya" perkataan perawi mengenai Nabi 

Dengan demikian kita tidak lagi mengatakan hadits diatas sebagai perkataan Nabi. Dalam contoh hadits di atas, hadits tersebut adalah perkataan Bukhari mengenai Nabi

Tentu saja ini bukan soal membolak balik definisi, karena sebenarnya dalam jagat persilatan hadits dikenal sebutan hadits palsu, munkar dst, yang kesemua sifat itu tidak mungkin dinisbatkan pada sabda Nabi. Sabda nabi tidak ada yang palsu mungkar dsb. Nabi tak mungkin mengatakan yang salah. Yang paling mungkin salah adalah para periwayat hadits termasuk Bukhari.

Bukhari Bukan Nabi

Bukhari bukanlah seorang nabi. Jadi jika ditanya apakah Bukhari berbuat kesalahan, maka jawabannya "Ya, sangat mungkin dia berbuat kesalahan, dan tidak mungkin dia bersih dari kesalahan!" Kejujuran dan kesalehan bukan jadi jaminan atas sebuah akurasi peliputan dan pelaporan. Belum lagi masalah utamanya adalah bahwa Bukhari hidup di masa 190 tahun an setelah Nabi Wafat. Dan semua orang bisa melihat seberapa berat kesulitannya mengungkap perkataan dan perilaku seorang tokoh yang telah meninggal 200 tahun yang lalu? Banyak orang mampu menyampaikan kutipan omongan tokoh masa kini, tapi yang lebih penting dari otu adalah akurasinya. Benarkah dia ngomong begitu? Benarkah redaksinya seperti itu? Benarkah intonasinya sebagaimana yang anda "akting"kan?

Kenyataan itu menunjukkan pada kita, bahkan jika Bukhari seorang jeniuspun tak akan berarti apa apa pada akurasi pelaporan haditnya. Data bukhari ditentukan oleh minimal 3-4 orang dari generasi berbeda yang menjembatani informasi dari dia sampai Nabi. 3-4 orang itu pun yang benar benar ketemu Bukhari hanya yang paling bontot, alias cuma satu orang. Kesulitan yang sangat besar dan mengandung resiko biasnya informasi dengan simpangan yang sangat besar.

Sebenarnya banyak orang yang telah menuliskan hal semacam ini. dan kalau kita punya waktu tentu kita bisa memperhatikan kitab nya Bukhori,...betapa dia yang katanya "maha teliti" banyak mencantumkan hadits yang saling bertentangan isinya, bahkan disandingkannya pada satu halaman atau satu bab.

Khusnu dzhon nya "beliau khilaf"
Waspadanya "dia berbohong atas nama Nabi"




Related Post / Artikel Terkait:



41 komentar:

  1. Salah Paham Terhadap Hadits dan "Kedunguan" Umat
    mana sambungan penjelasannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  2. saya suka gaya bahasanya..inilah yg saya cari

    BalasHapus
  3. golongan2 itu memang sengaja dciptakan untuk memecah belah umat..lantas orang2 awam harus percaya siapa?mungkin admin wiseislam mau membenarkan kedunguan tersebut..he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. berpegangteguhlah pada tali Allah (Quran) dan jangan berpecah belah (jangan ikuti buku buku yang lain),.. (al ayat)

      Hapus
  4. sy tidak 100% sependapat dgn tulisan di atas. sy misalnya begini: suatu ketika kita tidak hadir kuliah, ternyata ketika selesai perkuliahan itu sang dosen memberikan tugas kepada kelas kita. besok harinya kita diberitahu oleh temen2 (yang terkenal kejujurannya) sekelas kita bahwa sang dosen berkata "kerjakan soal ini hal itu". maka walaupun admin tidak mendengar langsung dari sang dosen, tetapi karena seluruh temen sekalas mengiyakan maka admin pasti percaya.
    Pembahasan hadits juga seharusnya menyeluruh, karena ada ilmu hadits tentang sanad, matan, pembagian hadits, jarh w tdhil, dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betuuuuuuul, hati2 dengan paham liberal yang berfikir kumaha aing.

      Hapus
    2. kuliah itu jedanya 1 hari, sedangkan yg di jelaskan di atas 200thn, otaknya dipake masbro!!

      ada games suruh lempar sekian kalimat dari orang pertama sampe ke lima hasilnya pasti beda, tergantung yg disampaikan org sblmnya dan bagaimana cara dia menanggapinya serta menyampaikannya, pasti berbeda, itulah manusia dengan semua kelemahannya! simple kan??

      Hapus
  5. Lha iya, mosok di kumpulan hadithnya bahkan Bukhari-Muslim ada (dari Abu Hurayra) tar di hari Kiamat, matahari dan bulan akan dihukum Allah SWT!!!

    Cari saja dgn Google kumpulan hadith dha'f, di depan hidung saya ada buku kecil serupa ttng hadith2 PALSI dan DHO'IF!

    Tidak SECUILPUN ada ayat di Al-Qur'an bahwa HADITH akan DILINDUNGINYA dari pemcemaran/kesalahan!

    Cari juga yg dlm bhs Inggris dg Google weak hadith...

    Salam dari tjoaginsing (cari dg Google juga nama itu)

    BalasHapus
  6. Banyak omong loh admin, loh sendiri bego dibawahnya begonya ini orang bego... hihihih

    BalasHapus
  7. Iintinya sangat sederhana bro, berikut urutannya:

    1.) Al Quran = Sumber Hukum Islam (Paling Utama).
    2.) Hadist = Penjelas Al Quran (Jika isi dari hadist ini bertentangan dengan isi Al Quran, tidak diterima)
    3.) Pendapat Ulama (Jika keputusan para Ulama tidak sesuai Al Quran, tidak diterima)
    ____________________________
    Hukum dalam Al Quran bisa kita kiaskan untuk mengambil keputusan lain (dengan catatan: Harus berkaitan)
    ____________________________
    Hadist adalah tulisan seseorang yang menyampaikan perkataan Nabi Muhammad SAW, bisa saja isi hadist tersebut menyeleweng.
    ___________________________
    Semua Hukum yang mengatur kehidupan Manusia sudah sempurna dalam Al Quran

    BalasHapus
  8. Tanpa adanya hadits, anda tahu gerakan shalat darimana bro?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya gerakan solatnya gimana sendiri, bebas hahahahha gitu aja ko repot...

      Hapus
    2. bodoh satria

      Hapus
    3. Lebih baik, tanyakanlah pada Kitab Siroh Nabawiyah Ibnu Hisyam, karena kitab itulah satu-satunya buku siroh Nabiyullah Muhammad SAW yang tertua!

      Hapus
  9. Bukhori dan Muslim bukanlah orang pertama yang membukukan hadits, tapi Penulisan hadits untuk sampai kepada beliau telah melalui proses panjang mulai dari zaman sahabat, tabiin, dan tabiit tabiin, secara resmi hadits baru dikumpulkan pada zaman khalifah Umar Ibnu Abdil Aziz, setelah itu berkembanglah ilmu mustolahul hadits yang merupakan metode ilmiah untuk menguatkan apakah hadits itu dari Rosulullah atau bukan, setelah itulah kemudian baru berkembang pembagian hadist ada yang shohih, dhoif dan munkar/palsu.
    Mengatakan hadits dari atau bukan dari Rosulullah sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para ulama2 pendahulu kita, dan kita yakin mereka adalah orang2 yang takut akan ancaman Rosulullah "barang siapa yang berdusta atas namaku maka tempatnya adalah di dalam neraka".
    Bila terjadi pertentangan antara hadits2 tersebut Ulama telah memberikan jalan keluar kepada kita semua dengan cara :
    1. Menggabungkan semuanya bila itu memungkinkan;
    2. Mentarjihnya, mana yang lebih kuat dan lebih shohih itu yang dipakai; atau
    3. Mentawakufkan semuanya.
    "dan apa yang diberikan Rosul ambilah, dan apa yang dilarang Rosul tinggalkanlah" begitulah Allah memerintahkan kita dalam Alqur'an untuk mentaati Rosulullah

    BalasHapus
  10. Ulama Hadits Sepakat Bahwa Sebuah Hadits Tertolak apabila bertentangan dengan Quran,...tidak peduli siapapun yang meriwayatkannya termasuk bukhori maupun muslim.

    Artikel ini sangat bagus. Beberapa Peneliti Muslim telah menerbitkan beberapa buku ilmiah mengenai Hadits Palsu dalam Sahih Bukhari.

    Artinya Bukhari sama juga dengan ulama lain,... jika benar silakan pakai jika salah ya harus ditinggalkan

    Sikap terbaik adalah: Belajar quran yang benar sehingga kita bisa memilah mana hadits yang benar benar merupakan ucapan Nabi,.. dan mana yang bukan

    BalasHapus
  11. Tidak tahu siapa diantara kita ini yang akan mati duluan, sampai ketemu dialam setelah kematian, nanti kita buktikan disana mana dari pendapat anda-anda ini yang benar. Saya secara pribadi mengimani agama Allah yang dibawa oleh Rosulillah Muhammad SAW adalah agama yang diridlai Allah SWT. Sampai ketemu dialam itu nanti bro.

    BalasHapus
  12. Satu kata buat admin "sip...!" Rupanya neraka merindukan anda!
    saya mau tanya anda belajar kagak sie?
    kalo anda belajar, belajar apa dan dari siapa?
    anda pernah belajar kitab? atau iseng membaca kitab?
    neh ane kasih bocoran ya...!
    Baca kitab itu yang aslinya...! JANGAN TERJEMAHAN
    Jangan lupa baca Muqodimah...
    Kemudian pelajari cara dan metoda penulis hadits tersebut!
    dan ingat kita tidak akan tahu seluk beluk al-quran sebelum membaca hadits!
    dan terakhir jangan banyak nyampah di dunia maya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. abi hudzaifa30 Juli 2014 04.49

      saya bacaa di mukadimah shahih bukhari, dikatakan disitu,"Kitab ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Jika ada kesalahan hendaklah ditinggalkan."

      Hapus
  13. Ieu jelemateh jiganamah beakeun gawe. Cik mun rek nulis artikel kieumah ulah ngatasnamakeun Islam. Abdi isin aya umat Muhammad pbuh meni demonstratif ningalikeun kabelegugannana. Diajar atuh many!!!!

    BalasHapus
  14. (dikutip dari Mutiara Hikmah, https://www.facebook.com/note.php?note_id=176316840567

    Pemahaman atas Makna Hadis (by: Quraish Shihab)
    5 Oktober 2009 pukul 20:58

    Hari ini, materi kita sedikit agak berat, yaitu Pemahaman atas Makna Hadis. Hadis, dalam arti ucapan-ucapan yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw., pada umumnya diterima berdasarkan riwayat dengan makna, dalam arti teks hadis tersebut, tidak sepenuhnya persis sama dengan apa yang diucapkan oleh Nabi saw. Walaupun diakui bahwa cukup banyak persyaratan yang harus diterapkan oleh para perawi hadis, sebelum mereka diperkenankan meriwayatkan dengan makna; namun demikian, problem menyangkut teks sebuah hadis masih dapat saja muncul. Apakah pemahaman makna sebuah hadis harus dikaitkan dengan konteksnya atau tidak. Apakah konteks tersebut berkaitan dengan pribadi pengucapnya saja, atau mencakup pula mitra bicara dan kondisi sosial ketika diucapkan atau diperagakan? Itulah sebagian persoalan yang dapat muncul dalam pembahasan tentang pemahaman makna hadis.

    Seorang professor yang sangat ahli dibidangnya telah menerangkan arti hadist.

    Jadi ANDA admin lain kali kalo mau nulis artikel, jelajahi dulu referensinya. Jangan langsung main ketik-ketok semau mu..atau hadist itu perkataan bapak mu ???? Maksud mu apa ? Terus mau bikin polemik disini, biar org2 pada rame berkunjung ke blog mu, terus berdebat saling caci maki ?? Ketahuan juga belang lo....Selain pancingan debat, lebih bagus kamu bahas masalah cara2 beribadah yg benar, tentang fadhilah a'mal dll............ini kritik pedas buat lo admin.....

    BalasHapus
  15. tulisan mencerminkan ilmu penulisnya...........kalau penulis mendengar cerita sejarah penjajah dari guru sekolah sd .....apakah pak guru harus ketemu dgn penjajah.........kalau logika begitu di pakai dan penulis yakin...apakah penulis pernah ketemu dgn orang orang jaman dulu..............penulis agamanya apa sih ini kok kaya dagelannnnnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. setju pak.....ini yg terjadi pada bani israel,sebaik apapun yg disampaikan pasti ngeyel,walau ada taurat ngeyel jga,ada musa ngeyel jga,.....penulis blog ini lbh bnyak ngeyelnya,sok pintar ,bicara tanpa ilmu (dungu).....fitnah dajjal dah mulai keliatan....

      Hapus
  16. Kalo saya lhat sih maksud sang penulis bagus kok, dia hanya mengingatkan supaya kita jangan mengkultus individukan Ulama hanya Muhammad Rasul Allah yang boleh dikultus individukan. Hanya mungkin cara sang penulis agak keras jadi dapat tanggapan yang agak keras juga kali ya...

    Kedudukan hadits sangat penting!, kalo kita analogikan dengan zaman sekarang hadits adalah perangkat rekaman kaset atau cd. Karena zaman dulu blm ada cd atau kaset rekaman dan Nabi melarang untuk menulis Hadits makanya rekamannya cuma dari mulut ke mulut tetaaaapiiii..utk menjaga keotentikannya para sahabat sangat menekankan sanad dan matannya istilah kerennya kalo sekarang " siapa sih yang ngomong? " dan para ulama setelah zaman para sahabat juga sangat menekankan di "siapa yang meriwayatkan?" terpercayakah? tinggikah ilmu haditsnya?.

    Memang tidak menutup kemungkinan ada kesalahan dlm periwayatan hadits oleh bukhori dan muslim (mereka bukan Nabi kan?) bahkan syekh Nasiruddin Al albani pun mendha'ifkan beberapa hadits bukhori itu wajar kok.

    Intinya jangan terjebak dengan kultus individu, bukhori, muslim, syafi'i, hanbali, maliki dll adalah Ulama besar tapi mereka bukan Nabi yang tidak luput dari kesalahan dalam berijtihad, tidak akan berkurang rasa hormat kita dan syukur kita atas amal mereka kok.....

    BalasHapus
  17. wahh.. jangan mudah percaya dgn hal beginian, artikel yg hanya memecah belahkan islam, yg percaya berarti org tak berilmu saja. penulis terlalu banyak berlogika. mungkin saja dibalik semua ini adlah fitnah AL MASIH DAJJAL..

    imam Malik ra berkata: “Janganlah engkau membawa ilmu (yang kau pelajari) dari orang yang tidak engkau ketahui catatan (riwayat) pendidikannya (sanad ilmu)”

    saran saya bagi pembaca, hati2 dengan beberapa artikel yg dipublikasikan dalam blog ini. karena ada unsur merusak pemikiran generasi islam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Imam Malik tidak pernah berkata demikian. Itu hanyalah tulisan seseorang yang gila hormat untuk secara halus mengatakan bahwa ilmu yang benar hanyalah yang dari dia sendiri,... dengan menisbatkan perkataan tersebut pada Imam Malik. Imam Malik sangat dekat dengan Quran, maka tidak mungkin beliau memberikan pernyataan yang bertentangan dengan Quran,..... Quran menyatakan bahwa orang orang yg bakal mendapat petunjuk adalah mereka yang suka mendengarkan perkataan kemudian mengikuti yang terbaik daripadanya. artinya lebih dipentingkan matan (isi/content) daripada gelar perawi/ nema besar perawi....

      Hapus
  18. boleh tanya buat penulis, ini ilmiah atau pendapat pribadi ?, kl untuk share ilmu mungkin oke lah, tapi lebih baik ada dasar kenapa hadits itu bermasalah atau tidak, dan jangan langsung menjudge, agama ini dibuktikan dengan ilmiah, bahkan Hadits Rasulullah SAW pun, kl dibuktikan dengan ilmu ilmiah modern nyambung kok..... jd harap kasih referensinya ya biar ngak timbul masalah belakangan

    BalasHapus
  19. satu hal yg pasti, Adminnya tidak menguasa musthalaah Hadist!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Admin shalatny gimana ?
      Gerakan shalat khan dr hadist?

      Hapus
  20. Memang benar bukhori maupun muslim bukan nabi atau orang yg tak mungkin salah, yang mereka lakukan hanyalah menyampaikan apa yg telah mereka ketahui
    Tidaklah mungkin mereka menyapaikan hadits dari para periwayat/perawi yg sudah jelas kedustaannya.mereka juga bukan orang bodoh yg langsung percaya bahwa perawi adalah orang jujur,tentunya mereka telah meneliti dahulu siapakah para perawi tersebut,seperti apakah akhlak, kesholehan mereka,sudah terakuikah kejujuran mereka.
    Kalau kita bicarakan kelemahan manusia dalam hal menyapaikan sebuah berita pastilah tak akan ada satupun yg terbukti 100% benar,karena pasti ada kurang meski cuma satu kata saja.nah kalau sudah begitu kejadiannya maka bisa dikatakan semua hadits yg kita ketahui sekarang tidak 100% benar.lantas bagaimana kita bisa menjalankan agama kita dengan baik???karena jelas tidak semua tentang syariat tertulis gamblang dalam Al qur'an ,kita butuh pelengkap yaitu hadits, contoh sederhana bagaimana gerakan sholat.
    Jika ada hadits yg bertentangan dengan Al qur'an atau hadits lainnya pada kitab bukhari maka kita kembalikan saja kepada urutan utama sebagai pedoman yaitu Al qur'an, bukannya lantas seperti menduga bahwa bisa saja bukhori " dia berbohong atas nama Nabi ".
    BERCERMINLAH jika mereka orang2 yg 'alim dan sholeh serta telah telah terakui ke"aliman dan kesholehannya bisa salah apalagi kita yg mungkin teramat jauh lebih buruk dari yg buruk, pantaskah kita berbicara "bisa dia berbohong atas nama Nabi".
    Jika tidak ada orang2 seperti mereka ( imam bukhori, imam muslim, imam abu daud, imam tirmizi , ibnu majah, dll ) dari mana kita tau lebih banyak tentang agama kita,???????
    Ulama2 paling ternama, ter'alim, tersholeh, sejagat raya atau mungkin orang yg menjadi GURUnya ADMIN sekarang ini hidupnya 1500 tahun setelah masa rosul hidup. jadi bisa dipastikan juga tidak bisa dijadikan acuan perkataanya karna lagi2 semua yg mereka katakan adalah mengacu dari orang2 sebelum mereka yg bisa saja kurang atau bahkan salah dalam menyapaikan.
    Kalau sudah begitu BISAKAH admin memberikan solusinya???????????????

    BalasHapus
  21. Sudah jangan dlu mmbahas perbedaan ini & itu, percuma Malah akan terjebak dalam perpecahan & lingkaran musuh, yg paling utama hari ini adalah bgaimna kita trlepas dr jeratan sistem kemusyrikn yg Tampa sadar menghanguskn amalan shalih kita & parahnya lg kits telah terperdaya membenarkannya, NA'UDZU BILLAH!!!

    BalasHapus
  22. ADMIN BODOH.. WKWWKWWKK
    TONG KOSONG NYARING BUNYINYA NIH.. WKWKK YG PERCAYA SAMA ADMIN INI MAH SAMA2 BODOH.. HAHAHHAAA..

    BalasHapus
  23. pendapat yang bagus, tapi mungkin belum saatnya di share di dunia maya/nyata dan artikel di atas hanya bisa di terima dan di pahami bagi mereka yg berpikir merdeka tanpa di batasi keyakinan tertentu,yang memandang bahwa Tuhan itu Universal pemilik dari semua keyakinan manusia tanpa kecuali,sangat masuk akal jika ada bantahan karna manusia tidak melihat sendiri sejarah manusia terpilih tsb secara langsung.dan sudah ada rentang masa ratusan tahun dari beberapa generasi,tapi yang pasti manusia tidak akan bisa menerima kebenaran baru,tanpa adanya merubah pola berpikirnya dari doktrin ke pemikran universal,dan tanpa menyertakan nafsu amarahnya maka dia tidak akan menemukan kebenaran baru yang mana jika berpikir jernih keyakinan manusia akan Tuhan dlm bentuk agama,ternyata belum mencapai kebenarannya yg sebenarnya di karnakan manusia masih di kuasai nafsu nafsu bawaan dlm diri,perlu di ketahui jika di cerna dalam keyakinan ajaran agama masih banyak kiasan kiasan ayat suci yg belum bisa terungkap apa maksud sebenarnya seperti misal:kiasan siang malam ini sekilas seperti kejadian alam biasa,tapi yang sudah sampai pada kebenaran yg sebenarnya akan tahu makna di balik kiasan siang malam,ini juga yg menyebabkan bahwa umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan,ini karna kebodohan manusia sendiri lebih parah mengklaim saling benar padahal kebenaran mutlak milik Tuhan,bukan milik manusia ini juga yang menyebabkan tidak adanya kedamaian di dunia yg ada hanya angkara murka saling berbantah bantahan merasa yang di miliki yang paling benar,kalau begini Tuhan pemilik segalanya ibaratnya Tuhan orang tua mengelus dada anak anaknya seperti itu berebut warisan siapa yang paling benar saling klaim selain kelompoknya salah maka untuk apa Tuhan mencipta manusia kalau hanya nantinya hanya ingin di masukkan keneraka kalau tdk meyakini keyakinan tertentu,kenapa mencipta dunia,manusia kala yg ada hanya perang permusuhan atas namanya apa itu di benarkan,kalau benar pertaannya yg benar ajarannya atau manusianya,dari dulu selalu seperti itu apa,kalau iya kita manusia pantasnya masuk neraka saja tidak mungkin tujuan Utuhan menciptakan manusia,hewan,tumbuhan dan semesta pasti bukan seperti itu,apa selama ini dgn merasa diri paling benar coba di rasakan hati inihidup manusia apa tentram, apa kalau nanti sudah mencapai surga kita akan bahagia atau sebaliknya malahan kebahagiaan dan kedamaian manusia ada di neraka coba di renungkan salam damai sang pengembara

    BalasHapus
  24. HA...7X GUE DEMEN JUGA KALO ADA MOSLIM DE MULAI MENGKRITISIN HADIS.

    TAPI SARAN GUE SIH JANGAN CUMA HADIS NYANG LO KRITISIN TAPI QORAN JUGA MUSTI LO KRITISIN COY ?

    KARNE APE ?

    KARNE TUHAN GA BAKALAN ALIAS GA MUNGKIN LUPE.

    QS 19:64. Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.
    Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di
    belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah
    Tuhanmu lupa.

    QS 20:52. Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di
    dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;

    TAPI KALO LO BRANI KRITISIN QORAN MAKE LO AKAN KAGET KARNE OLO TERNYATE TUHAN YANG PELUPA ALIAS PIKUN. HA...7X

    PASTI LO NGAMUK N MARAH, BUKTINYE APE ? BETUL ? YAH PASTI BETUL LAH. HA...7X

    BUKTINYE ADALAH OLO SUKA ULANG2 CERITA PARA NABI DI QORAN. N OLO SUKA SALAH PAS LAGI ULANG2 CERITA YANG SAMA. HA...7X

    GA PERCAYE ?

    GUE KASIH 1 CONTOH AJE DULU.

    Thaahaa 22. dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih cemerlang tanpa cacad, sebagai mukjizat yang lain (pula),

    BANDINGKAN DENGAN

    Al Qashash 32. Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu , niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir'aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik."

    BACA BAIK2....

    QURAN DI YAKINI OLEH ISLAM KELUAR DARI 1 MULUT. YAITU ALOH...
    TAPI KENAPA AYAT TSB SALING BERBEDA..... DAN BAHKAN TIDAK SESUAI 1 DENGAN YG LAIN..

    BETAPA PIKUN NYA ALOH WTS ITU...!!!!!!
    BETAPA BODOH NYA ALOH WTS TENTANG WAKTU DAN KRONOLOGIS FIRMANNYA SENDIRI..!!!!!

    ADA ISLAM MAU BANTAH.......??????
    ==================
    HA...7X LUCU YEH. ALLOH TUHAN ESLAM GA BISA BEDAIN KETEK MA LEHER BAJU. APE LEHER BAJU ADA DI KETEK. HA...7X TUH KAN BUKTI KALO ALLOH IDEOT. HA...7X

    PADAHAL AYAT2 IDEOT OLO KEK GINI ADE RATUSAN COY. HA...7X

    BUKTI ALLOH IDIOT http://antikrismuhammad.blogspot.com/2012/03/bukti-alloh-idiot.html

    JADE MENDING LO SMUE KAPIR ESLAM MURTAD AJE DE DARE ESLAM. GETO AJE KOK REPOT. HA...7X

    YBU AMEN


    BalasHapus
  25. SLAEN MA HADIS MAKE KAPIR ESLAM, TERUTAME PARA DEBATER ESLAM SUKA IDEOT MA QORAN.

    KNAPE BEGETO ?

    KARNE GUE DE KASIH LIAT BETAPE IDEOTNYE PENGARANG QORAN.

    GUE JUGE DE KASIH LIAT PULUHAN BUKTI KEIDEOTAN OLO DALEM QORAN.

    TAPI MEREKA TETEP MENGIMANI OLO N QORAN. OH MY GOD, BETAPE IDEOTNYE MEREKA. HA...7X

    MEREKA GA MO NYADAR KALO TUHAN PENCIPTA LANGIT DAN BUMI, TUHAN YANG ASLI GA MUNGKIN IDEOT. HA...7X

    KALO TUHAN PENCIPTA LANGIT N BUMI IDEOT KEK OLO MAKE GA MUNGKIN BISA ADE KETERATURAN DALAM ALAM SEMESTA. BETUL ? YAH PASTI BETUL LAH. HA...7X

    SEDANGKAN KALO OLO YANG SUKE LUPE, PIKUN ENTU PENCIPTA LANGIT N BUMI MAKE ALAM SEMESTA, PLANET2, BINTANG, MATAHARI, BULAN, BUMI PASTI GA BERGERAK SECARE TERATUR. SOALNYE OLO SEBENTAR BILANG MATAHARI TERBIT DARE SEBELAH TIMUR. EH TERUS OLO BILANG EH GA DEH, DARE BARAT AJE DEH. HA...7X

    TRUS OLO BILANG BINTANG ADE DI LANGIT TERDEKAT MAKE SMUE ORANG PASTI MATI KARNE GA TAHAN MA PANASNYE BINTANG. INGET MATAHARI ENTU CUMA SALAH SATU BINTANG DI ALAM SEMESTA. HA...7X

    MANE SI OLO BILANG BINTANG ENTU ALAT BUAT PELEMPAR SETAN YANG SUKE DENGER PEMBICARAAN DI SORGE. YAH UDE, DI LANGIT TERDEKAT TRUS BANYAK BINTANG YANG DIPAKEK OLO BUAT DILEMPAR2 NIMPUKKIN SETAN. HA...7X

    AKIBATNYE APE ? DI ATMOSFIR BUMI KITE, INGET LANGIT TERDEKAT ENTU ATMOSFIR BUMI. BINTANG2 YANG SANGAT2 GEDE PADA BERGERAK SANGAT2 CEPAT KARNE DIPAKEK OLO BUAT NIMPUKIN SETAN. CIAT.... HA...7X

    MATAHARI, SALAH SATU BINTANG YANG TERDEKAT DARE BUMI AJE JAUH LEBIH BESAR DARE PADE BESARNYE BUMI. TRUS GIMANE TUH CERITANYE MATAHARI BISA ADE DI ATMOSFIR BUMI ( LANGIT TERDEKAT ) ? YAH SEMUA MANUSIA HARUS MATI LAH. HA...7X

    TRUS GIMANE CERITANYE JUTAAN BINTANG BAHKAN MILIARAN BINTANG BISA ADE DI ATMOSFIR BUMI SESUAI MA PIRMAN OLO ? YAH BUMI JADE NRAKE LAH SANGKING PANASNYE. HA...7X

    JADE SETELAH BACE INI KALO LO GA MO MURTAD DARE ESLAM MAKE BETAPE IDEOTNYE LO TAUK. HA...7X

    YBU AMEN

    BalasHapus
  26. untuk itulah ada ada hadis shohih dan hadis lemah atau bahkan palsu.

    perlu diketahui bagi admin blog ini untuk hadis shohih itu sangat ketat penyeleksiannya sampai pada ke akuratannya. jadi sampai pada hurufnya pun ssama percis dengan sabda sang Nabi, dan dari sanad pun diteliti. ini tidaklah semudah yg admin bayangkan. oleh karena itu ada ilmu hadist.

    jadi kalo derajat hadis itu sudah sampai shohih maka itu udah mirip benar dengan perkataan sang Nabi,.

    hadis itu adalah perkataan atau perbuatan nabi.
    jadi memang semua hadis itu langsung dari perkataan nabi karena ada juga yg dari perbuatan nabi kemudian disampaikan oleh sahabat mengenai perbuatan nabi. begitu bro

    BalasHapus
  27. Simpel aja. Situ yg dungu...
    Jadi menurutmu, selama 1200 tahun ini sarjana2 islam pada dungu semua gitu. Cuma lu doank yg pinter.
    Berikutnya situ akan bilang. "Alquran ditulis oleh sahabat2 nabi, bukan oleh nabi. Karena sahabat2 hanyalah manusia biasa, sahabat mungkin saja salah. Jadinya alquran mungkin saja mengandung kesalahan"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda Bro,.... Quran dihafal dan dicatat dimasa Nabi,.... bersamaan dengan itu Nabi melarang penulisan hadits (kata-kata Nabi).....

      Hapus

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here