BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

LGBT (Lesbian Gay Bisex Transgender) Itu Penyakit Yang harus disembuhkan bukan Jenis Makhluk Baru yang harus diakomodir ke dalam Fikih

jargon kaum sodom
"I'm like you, I'm human" seperti itu teriakan mereka. Lha yang bilang kalian kodok tu ya siapa? Tanpa sadar banyak orang menyangka bahwa hukum Islam tidak sempurna karena tidak mengakomodir adanya LGBT. Sangkaan ini sama persis dengan peryataan bahwa hukum ini tidak sempurna karena tidak mengakomodir eksistensi orang yang sakit GO. Bukan demikian. Sebenarnya LGBT (Lesbian Gay Bisex Transgender) Itu Penyakit Yang harus disembuhkan bukan Jenis Makhluk Baru yang harus diakomodir ke dalam Fikih. Berikut penjelasannya

Tuhan Menciptakan Pria dan Wanita

Tuhan menciptakan Pria dan Wanita. Tidak ada jenis kelamin ketiga selain yang dua itu. Tapi ada orang merasa dirinya perempuan yang terjebak dalam tubuh laki-laki atau sebaliknya.  Tentu saja itu hanya perasaan dia sendiri karena Tuhan tak mungkin keliru menempatkan jiwa perempuan dalam tubuh laki laki.

Pertanyaannya, lalu kenapa bisa ada orang yang seperti itu? Jawaban psikolog, karena perkembangan kejiwaannya salah. Untuk sementara jawaban itu cukup namun tidak menyentuh kasus kasus dimana ada seorang anak yang sejak lahir menunjukkan kelainan semacam ini padahal belum melalui fase perkembangan kejiwaan sebagaimana dimaksud diatas. Lantas bagaimana sebenarnya?

Psikologi Menganggap LGBT sebagai Kewajaran

Atas nama "ilmiah" sudut pandang psikologi saat ini sengaja diarahkan pada kesimpulan bahwa LGBT merupakan sebuah "kewajaran"

Ketika kaum agama menegaskan bahwa LGBT merupakan semacam fenomena "salah asuhan", psikologi menyodorkan beberapa kasus balita yang mereka sebut LGBT bawaan.

Celakanya kaum agamawan tidak menguasai penjelasan memadai soal ini. Alih alih memberikan jawaban yang membuat orang semakin mengenali masalahnya, para pemangku otoritas agama justru memberikan statement seolah-olah bahwa fenomena kelahiran, apakah seorang bayi terlahir normal atau tidak, kesemuanya adalah Takdir Tuhan belaka.

Akibatnya tak sedikit orang membenarkan dugaan bahwa LGBT bawaan menjadi bukti bahwa Tuhan memang menciptakan beberapa orang sebagai LGBT

Tentu ini tidak sejalan dengan apa yang pernah dikatakan Tuhan bahwa, "...Sungguh benar benar telah kami ciptakan al insan (manusia) dalam kejadian yang sebaik baiknya,.."

Faktor Penentu Pre Natal Kasus LGBT



Related Post / Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here