BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Quran Pencetak Ilmuwan Masa Depan

ilmuwan muslim
Quran Pencetak Ilmuwan Masa Depan. Sedikit bertolak belakang dengan kondisi umat islam saat ini, dimana sains dan teknologi saat ini dikuasai non muslim sementara kaum muslimin hanya bisa "berhutang budi" dengan memakai hasil hasil penemuan mereka. Beberapa peneliti Quran tak ragu menjadikan fenomena "keterbelakangan umat" sebagai bukti nyata bahwa Quran hanya dijadikan bacaan yang "tidak bermakna". Jutaan atau bahkan milyaran orang membaca Quran tapi seolah olah tak ada satupun yang memahami isyarat sains dan teknologi yang tercantum pada lebih dari 800 ayat di dalamnya. Banyak orang mencela siapa saja yang memahami Quran dengan aqal nya, padahal Quran sendiri menyebut aktifitas aqal, berfikir, dan meneliti dalam ratusan ayat. Bahkan Quran mencela orang orang ang tak mau menggunakan aqalnya untuk memahami ayat ayat Allah dalam Quran dan alam semesta. Fakta ini menguatkan keyakinan bahwa Quran merupakan pencetak ilmuwan di masa depan

Fakta tentang isyarat sains dalam Quran bukanlah hal baru. Hanya saja bagi kaum yang tidak berbahasa Arab diperlukan terjemahan akurat untuk memahami arti ayat-ayatnya.
Para peneliti muslim maupun non muslim mengungkapkan bahwa Quran mengandung banyak anjuran agar manusia mau menumbuhkan intelektualitas mereka.
Allah memerintahkan untuk mempergunakan secara maksimal semua perangkat keilmuan yang telah dikaruniakan atas manusia yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati (aql). Dalam banyak ayat, Quran menyebut aktifitas intelektual manusia sebagai berikut:

ya’qilu (menggunakan aqal) 48 X
yanzhuru (memperhatikan) 30 X
yatadzakkaru (mempelajari) 40 X
yafqohu (memahami) 16 X
yatafakkaru (berfikir) 19 X

Kata “yasma’u” (mendengar) dan “yubshiru” (melihat), juga merupakan aktifitas penting dalam mempelajari hakikat keilmuan. Semuanya merupakan amalan yang melibatkan tiga perangkat intelektual manusia. Mereka yang melakukan kegiatan ini disebut dalam Quran dengan berbagai julukan seperti : ulama(orang berilmu), ulul ilmi(yang memiliki ilmu), ulul albab(yang memiliki akal), ulil abshor(yang memiliki penglihatan tajam), ulin nuha(yang memiliki kebijaksanaan)

Related Post / Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here