BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Heboh Komputer Bisa Mengenali Penciptanya? Inilah Faktanya

talking with computer
Seorang jenius menciptakan sebuah komputer super canggih yang didalamnya disematkan sebuah algoritma yang memungkinkan sang komputer meng "upgrade" kapasitas otaknya, melengkapi dirinya bahkan membangun dirinya sendiri sehingga memiliki kemampuan mengenali penciptanya. Komputer itu menjelma menjadi sebuah pribadi (kesadaran) tersndiri sebagaimana seorang manusia sahabat bagi sang jenius. Utopia seorang programer semacam ini seringkali diolah menjadi novel dan film sains yang sangat menarik. Namun benarkah hal demikian bisa terjadi? Berikut penjelasannya.


Bermula dari pernyataan seorang pakar komputer negeri ini 

"Dulu saya senang bermain game, tetapi ada satu pertanyaan yg tersisa datang pada malam ini. Bisakah sebuah karakter di dalam game dapat melihat penciptanya (sang programer) secara harfiah atau sebagaimana adanya?"

Pertanyaan tersebut beliau jawab sendiri :


Komputer hanya mengenali kode. Citra maupun gelombang suara yang masuk ke komputer melalui input device selalu diterjemahkan lebih dulu menjadi kode atau potongan kode untuk bisa dipahami komputer. Pada dasarnya potongan kode hanya sekumpulan string (secara aras bawah adalah string biner) karenanya hanya dapat melihat sekumpulan string juga, tidak lebih. Secara filosofis, dia tidak melihat manusia, tetapi dia melihat sekumpulan string. Secara fisik, segala pesan berupa gelombang elektromagnetik, suara dsb, yg berasal dari manusia, yg ditangkap oleh sejumlah sensor yg terintegrasi oleh sebuah mesin komputasi (komputer, robot dsb) adalah sebuah paparan yg kontinu, serupa banyaknya titik dalam sebuah garis, atau bidang. Akan tetapi sensor pasti harus menerjemahkan ke dalam sekumpulan string biner, sedang string biner adalah kumpulan yg serupa bilangan asli. Tetapi kumpulan bilangan asli tidak dapat mencacah atau menutupi sebuah garis lurus atau sebuah bidang kontinu (baca: kumpulan pesan gelombang elektromagnetik, suara dsb dari manusia). Maka sekumpulan string biner yg membawa pesan tentang manusia, tidak dapat merepresentasikan secara apa adanya manusia itu. Dan lain sebagainya mungkin dalam berbagai tinjauan.

Ini merupakan sebuah penjelasan brilian. Komputer mengenali string biner. Realitas adalah sesuatu yang kontinyu. Maka mustahil komputer mengenali keseluruhan realitas kecuali sebagian saja yang sudah diterjemahkan atau secara potensial bisa diterjemahkan menjadi string biner. Seberapa jauh penterjemahan realitas yang kontinyu menjadi sekumpulan string biner=akurasi. Peningkatan akurasi akan mendekatkan pengenalan komputer terhadap realitas tetapi tidak pernah sampai pada realitas itu sendiri (limit). 

Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa komputer bisa mengenali programernya hanya ketika programer itu menginginkan dirinya dikenali oleh komputer ciptaannya menurut "bahasa dan penglihatan komputer". 

Orang bijak bilang,"Pada dasarnya manusia tidak mungkin mengenali Penciptanya, kecuali Sang Pencipta mengenalkan Dirinya dalam bahasa dan logika yang sesuai dengan Qalbun (heart) manusia".

Quran menyebutkan, "Dan Kami karuniakan penglihatan pendengaran dan Qalbun (heart) agar mereka bisa memahami tanda tanda Allah

Inilah yang telah dialami umat manusia, tak pernah ada jalan mengenal Allah kecuali melalui kitab kitab Allah yang dibawa oleh para Nabi.

(Adil Muhammadisa)

Related Post / Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here