BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

WUJUDUL HILAL = KEPASTIAN YANG AMBIGU


Kapan Hilal disebut wujud ? Jawaban WH minimal ada 3
1. Sesaat setelah Ijtima'
2. Ketika piringan atas bulan mulai melewati piringan atas matahari
3. Ketika piringan bawah bulan melewati piringan atas matahari

Ketiga kriteria WH ini ada sebagai wujud kebimbangan para "fans" WH, disatu sisi,... dan disisi lain sekaligus membuktikan bahwa Paradigma WH sendiri memiliki semangat "ru'yat" sebagai bukti bagi keabsahan teorinya. Bagaimana penjelasannya?

Seorang anak SD saja bisa membaca masalahnya,... ketika tiba tiba pendukung WH bersorak kegirangan saat ada kabar bahwa hilal bisa terlihat dengan teleskop, dalam kondisi bulan bergerak 1 derajat dari posisi Ijtima'

acuan pembuktian mereka tetap saja terkait pada kata "ru'yat" atau melihat, sedangkan kemungkinan terlihatnya hilal merupakan sebuah variable yang dinamis.

Satu fakta yang jarang disadari adalah bahwa, menurut pengamat di bumi,..besarnya lingkaran matahari dan lingkaran bulan tidak selalu sama. Kadang matahari "terlihat" lebih besar,.. kadang "terlihat" lebih kecil dari bulan. Hal ini berpengaruh pada besaran sudut ketinggian bulan terhadap matahari sampai hilal (garis sabit bulan) terbentuk. Artinya diperlukan waktu tertentu yang nilainya berupa variabel yang bergantung pada perbandingan "ukuran" matahari dan bulan. Ini artinya jika dasarnya adalah visibilitas hilal,... maka ru'yat dengan teropong canggih itu pun tetap harus dilakukan setiap kali penentuan tanggal 1 Bulan baru Hijriyah. Sebaliknya kalau mau berpedoman hanya pada saat konjungsi sesaat sebelum maghrib,.. ya berarti tidak diperlukan teropong.

Jadi WH menjadi konsisten untuk tetap ambigu,... mau lihat atau mau ngitung aja?,...Kalau mau ngitung aja berarti tak harus pakai kriteria wujud tidak nya hilal. Mirip nyetir mobil tidak pakai mata tidak pakai sensor autopilot,... tapi benar benat hanya menghitung. Dan hasilnya akan sama dengan Thariqat Naqsyabandiyah atau lebih parah lagi

(by adil muhammadisa)

Related Post / Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here