BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Akibat buruk bagi orang yang tidak memperhatikan Al Qur'an

Keengganan untuk memperhatikan dan memahami Quran lambat laun akan membuat  hati menjadi keras hingga sampai satu kondisi dimana tak kan lagi bisa memahami Qur’an sama sekali. Quran menyebut dengan istilah hati yang telah ditutup
Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami (QS: Ar-Rum:59)
Banyak orang mengatakan bahwa adanya orang tidak mau beriman penyebab utamanya adalah karena Allah mentakdirkannya demikian. padahal sebenarnya yang terjadi adalah sebaliknya. Ditutupnya hati seseorang disebabkan sikapnya yang tidak mau memperhatikan dan memahami Quran. Berikut ini penjelasannya

Pada tingkat tertentu orang orang yang tetap tak mau memperhatikan Quran, bahkan setelah diingatkan berkali-kali untuk memperhatikan Quran tapi justru berpaling dari Quran, orang seperti ini disebut oleh Allah sebagai orang yang paling zalim. Tak akan lagi ada orang yang bisa menasihati orang seperti ini. Nasihat dari Allah saja dia remehkan, apalagi nasihat orang . 
"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya, (QS: Al Kahfi 57)

Memang benar yang diceritakan dalam ayat di atas adalah orang kafir. Akan tetapi, sifat enggan membaca,  malas mendengar Quran, enggan mempelajari Quran, tidak mau meneliti maknanya, sebenarnya sifat semacam itu sering kali masih ada dalam hati kita. Bahkan ada seorang muslim yang ketika diperingatkan dengan ayat-ayat Quran justru menentang. Dia membiarkan sifat kekafiran bersemayam dalam hatinya. Jika terus berlanjut bisa jadi dia termasuk kelompok yang disebut  dalam QS Al Kahfi 57 di atas. 
     Oleh karenanya tak ada pilihan bagi kita kecuali membersihkan diri dari sifat sifat seperti itu. Kita harus mulai mempergunakan mata, pendengaran dan hati untuk memperhatikan dan memahami Quran dengan sungguh-sungguh.

Related Post / Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here