PasangIklanGratis buat blog jadi MESIN UANG PasangIklanGratis PASIF INCOME 6JT/BLN TRIK BISNIS TOP buat blog jadi MESIN UANG TRIK BISNIS TOP TRIK BISNIS TOP

Siapa itu Mbah Petruk dan Syekh Jumadil Kubro penguasa Merapi yang sesungguhnya, MEMBONGKAR KEBOHONGAN PONIMIN DAN ISTRINYA

Ponimin mulai mengeluarkan kesaktiannya dengan memberikan statemen yang bernada ramalan. Penguasa Puncak Merapi (MBAH PETRUK) lalu si tua Sang Penasehat bernama Syekh Jumadil Kubro, ditambah Ponimin sang calon juru kunci merapi inilah sebenarnya tokoh tokoh penguasa merapi sesungguhnya. Tapi TERNYATA KEBOHONGAN ITU TERBACA JELAS,... berikut ini cara membongkar kebohongan mereka
Kalau Mbah Petruk sudah keluar di Merapi, itu perlambang (pertanda) akan ada bahaya dari Merapi," ujar ponimin kepada wartawan di kediaman Dr Anna Ratih Wardani di dusun Ngentak, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/11/2010).

Pernyataan ini TOLOL…. Bahaya merapi sudah terjadi,….perlambang akan adanya bahaya merapi sudah di kasihtau sama Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK)  Sehari sebelum wedhus gembel menerjang kampung Mbah Maridjan

"Berarti Yogya yang bakal kena sampah (awan panas) gunung Merapi. Malah bisa saja lebih dari itu, misalnya lahar panas," terangnya

Yogya sudah kena sampah merapi eee ini baru ngomong,… masalah bencana yang lebih besar dari itu semua orang juga tau, bahwa merapi bisa mengeluarkan energi lebih besar lagi,… jadi omongannya  kesannya daripada gak ngomong
Semua orang bisa ngomong begini “ Saya ramalkan merapi akan meletus lebih besar lagi atau mereda sperti sediakala,…. (tuh begitu caranya jadi tukang ramal,… pasti benar)

Hal senada juga diungkapkan istri Ponimin, Yati. Dia mengaku semalam dirinya didatangi kembali sosok ghaib yang diyakininya sebagai Syekh Jumadil Kubro. Makhluk gaib selalu mengenakan gamis putih, bersorban, membawa tasbih dan tongkat itu memperingatkan bila Yogyakarta akan dilanda musibah.
"Niku kiro-kiro jam 3 kirang 5 menit mbengi. Sanjange Yogya bade diamuk Merapi," aku wanita yang mengenakan cicin di jarinya ini.
Untuk menangkal amukan Merapi tersebut, makhluk gaib juga berpesan agar dibacakan ayat suci Al Quran harus khatam 41 kali, doa Nurbuat 77.000 kali, doa Mubarrak 77.000 kali dan Dzikir sebanyak 77.000 kali."Saya cuma nyampekan amanat, mau dilaksanakan monggo, nggak juga silahkan,"imbuhnya

Lihat tipu daya para peramal dalam kalimat yang diungkapkan istri ponimin.
1. Pertama dia bilang Yogya mau diamuk merapi
2. Kedua dia bilang sebagai penangkalnya harus khataman quran, doa nurbuat dan dzikir

Istri Ponimin mengambil dua kemungkinan yang saling menggantikan (substitusi) kalau yang satu tidak kejadian maka yang lainnya pasti terjadi, sehingga apapun yang terjadi dengan merapi dia bisa mendapatkan keuntungannya :

Kalau merapi benar benar mengamuk maka dia bilang:
Nah betul kan? Itu sama persis dengan yang dibilang Syekh Jumadil KUBRO bahwa merapi mau mengamuk.

Kalau merapi mereda,.. dia bilang
Yah ini berarti Dzikir khataman dan doa nurbuat kita diterima Allah,.. sama persis yang disarankan oleh Syekh Jumadil Kubro

CERDAS BUKAN? Seperti itulah para peramal dan dukun bekerja. Yang penting apapun kejadiannya dia bisa dianggap berjasa dan tepat memberikan pertanda atau isyarat.

Berarti Ponimin dan Istrinya MENIPU MASYARAKAT?

Sabar dulu mas,....nampaknya Ponimindan Istrinya juga tertipu,... Karena sumber utamanya bukan Ponimin ataupun Istrinya. sumber utamanya adalah Si Tua Bangka yang disebut sebagai Syekh Jumadil Kubro itu.

Siapa dia sebenarnya? Orang orang kejawen yang suka tirakatan nglakoni bertapa bersemedi tentu mengenal sosok ini. Orang Tua penuh wibawa bawa tasbih berpakaian putih dan suka ngasih nasehat yang bagus bagus( padahal penipu ulung). ... Siapa Dia? silakan baca artikel mengenai Syekh Jumadil Kubro

Related Post / Artikel Terkait:



60 komentar:

  1. nice posting boss

    BalasHapus
  2. apakah mbah jumadil kubro itu salah seorang wali?

    BalasHapus
  3. penulise koyo sutradara ae. atine kakehen iri dengki kuwi....iso dadi perlambang yen penulise demen harga diri. nyoto iki...

    BalasHapus
  4. bagusnya orang orang pada baca ni artikel biar gak gampang dibodohi ama paranormal macam ponimin dan istrinya

    BalasHapus
  5. penulis pengen terkenal, hargai budaya jawa mas, ada tidaknya syekh biarin pribadi masing masing yang mempercayai kultur yang sudah tertanam dalam masyarakat jawa, gak usah bilangin seorang penipu adu argumen aja ama ponimin.........

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan mas nya...lah itu nama nya orang yang belum bisa nahan nafsu...wkkkkkkkkkkkkkk

      Hapus
  6. Anda sangat tidak bijak, kalimat yang anda susun benar-benar picik dan kotor.

    BalasHapus
  7. artikel yang jelek menunjukkan kebodohan penulis nya.

    BalasHapus
  8. wah wah paranormal, dukun dan kejawen pada panas hate nih.

    BalasHapus
  9. saya sangat setuju dengan penulis secara fakta memang islam ituh gak ada yang namanya islam kejawen, yang ada islam, kalo dulu boleh untuk menyebarkan agama, kalo sekarang islam harus di balikkan ke fitrahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. anda hrs banyak belajar sejarah, padi itu semakin berisi semakin merunduk, semakin kita banyak tau, semakin kelihatan bodonya, akhirnya tau diri, trus evaluasi diri, berbenah diri, itu yang luhur ahlaknya bukan sok tau trus menghujat, jadi kayak ahli nujum

      Hapus
  10. siapa yg bilang syekh jumadil kubro tdk ada penulisnya yg tolol dan goblok,,klo kau goblok tolol dia ndak tw apa sih artinya islam km apa berani mengatakan orang jawa begitu...penulis goblog km sj blm bs ngurusi diri sendiri malah ngurusi orng lain.Jgn rusak buda jawa penulis goblok

    BalasHapus
  11. syeh jumadil tolol6 November 2011 23.49

    iya syeh jumadil kubro itu punya anak namanya syeh jumadil sughro, ke dua syeh itu adalah penipu ulung yang suka muncul dalam mimpinya para penganut kejawen lalu memberikan wejangan tolol,...seperti suruh puasa pati geni, suruh berdiri selama 40 hari 40 malam, lalu suruh minum air comberan. itu makanya penganut kejawen tu orangnya aneh aneh dan "ragil" alias rada rada gila

    BalasHapus
    Balasan
    1. permisi ya mas... sebenarnya anjuran2 berpuasa itu engga asal suruh. Kalo kita belajar tentang hakikat berpuasa, tentu kita akan tau bahwa puasa itu ga cuma istirahat makan n minum. Dan, nun sewu kalo saya SOK, tapi ilmu ma'rifat hanya bisa dipelajari dan diperdalam oleh orang2 yang hatinya bersih, suci, jauh dari iri dengki, dan hal2 lain yg bersifat merusak kemurnian hati.

      Hapus
    2. anda hrs belajar sejarah, siapa beliau dan apa yang hakikinya beliau lakukan, kalau paman anda seorang kyai trus punya seorang santri nakal, santri tsb ditanya dan ternyata santri paman anda, apa paman anda kyai nakal. renung kan. trims

      Hapus
  12. Jamput tenan penulisnya....
    Syekh Jumadil Kubro itu waliyulloh penyebar agama islam di jawa, di waktu jaman majapahit....penulise telek tenan

    BalasHapus
  13. silahkan percaya dengan apa yg kamu fahami tapi tidak juga menyinggung faham lain... bukannya menyakiti perasaan orang lain adalah dosa... apakah islam mengajarkan demikian

    BalasHapus
    Balasan
    1. tegasterhadapkekafiran29 Juni 2012 07.35

      Dialah Allah yang mengutus Rasulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkanNya atas semua agama, meskipun orang orang musyrik benci

      Islam mengajari manusia mana yang benar, kalau kebenaran itu menyakitkan orang yang salah, tentu yang yang mesti diperbaiki adalah orang yang salah itu bukan?

      Hapus
  14. Sesungguhnya penulis iki sukanya menghasut, dan pengadu domba.... aku yakin penulisse agamane non islam... lh wong ndk ngerti sejarah nembe bau kencur.... insya nggih mas, mugi Allah paring pangapura

    BalasHapus
  15. bahasanya kasar yg penulis tau cuma yg kasat mata doang artinya ilmunya tak seberapa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul, lebih bagus bahasanya mas anonim ini

      Hapus
  16. assalamuakum pak ... ngapunten menawi mboten klentu menika petruk saking tembung fatruki, tegesipun sae (kebaikan), menawi semar saking tembung syimar tegesipun sebarkan...gareng saking tembung khairan tegesipun tebihi (jauhi) baghong saking tembung bagho... tegesipun ala (kejelekan)... jika digabungkan menjadi semar, gareng, petruk, baghong berarti.. sebarkan kebaikan jauhi kejahatan.....menawi mboten wonten aksara2 jawa njih mbah2e kula panjenengan tasih nyembah watu... ananging sakmenika njih sami adigang adigung ngaku ngertos dalan ananging tindak tandhukipun njih nyimpang....namung nyembah khayalan ngaku nyembah pengeran....sareng2 kemawon kang sami2 nyuwun ngapunten... maturnuwun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. heh heh
      petruk=kepepet jadi katruk
      semar=mesam mesem koyo mbah mar
      gareng=kudu dipugar ben ora mereng

      Hapus
    2. tiyang jawi asli29 Juni 2012 07.30

      wah, nuwun sewu njih pak budayasenijawa,....menawi mboten klentu panjengan punika klentu lho pak. malahan saged diwastani ngawur. petruk menika saking tembung pet+ruk (yen kepepet ojo kemaruk),... menawi semar saking tembung sem+mar (mesam mesem wonten kamar), menawi gareng saking tembung gar+reng (disigar lang digoreng), alahdene bagong saking tembung bag+gong (bagian sajen ono cedhak gong). sedoyo puniko wonten artosipun nggih dados sampun ngawur nggih mas?

      Hapus
    3. ha ha ha kamu lucu tiyang jawi asli

      Hapus
  17. kalo aku sih berfikir dengan agama kalo namanya islam ya islam jawa ya kejawen islam sebab kitab islam beda dengan kejawen yang bikin masalah kitabnya islam yang pake kejawen ini menimbulkan kericuhan ..maksudnya dan tolong jangan di campur adukkan ..semisal jin menyerupai nabi isa dengan fatwa Al Quran harus khatam 41 kali, doa Nurbuat 77.000 kali, doa Mubarrak 77.000 kali dan Dzikir sebanyak 77.000 kali." bisa di percaya nggak

    BalasHapus
  18. jangan sekali kali meninggalkan sejarah

    BalasHapus
    Balasan
    1. anonim tidak mau meninggalkan sejarah,...eeeh sampai akhirnya anonimlah yang ditinggalkan sejarah

      Hapus
  19. kalau menulis yg objektif dan edukatif donk...bukan menjelekkan orang lain...tolong hapus posting ini...gw kagak setuju waliyullah yg membawa islam ke nusantara dibawa-bawa sebagai oknum kesesatan...jgn2 antum sendiri yg sesat...ieu ti aink..

    BalasHapus
  20. artikelnya jelek banget ndak berisi ngawoooor tanpa dasar samasekali

    BalasHapus
  21. Wah kurang ajar bener Ponimin Ya?
    pengin ketemu juga ame tuh orang biar gak nipu atau ketipu ama setan merapi

    BalasHapus
  22. assalamu1alaikum,janganlah suka menjelek jelekan orang lain,tanpa koreksi diri sendiri,terima kasih.

    BalasHapus
  23. perang israel sama afganistan, penulis yang bisa jd provokator, smoga anda tdk memanen apa yang anda tanam. fitnah lebih dekat dengan bahaya apalagi azab.

    BalasHapus
  24. Saya setuju dengan Penulis Artikel ini, sebab Kemusrikan harus di pertegas, jangan sampai melumat habis semua Aqidah orang awan dengan yg berbau tahayul, " Kazzabal munazzimun walau shadaquu "
    Kemusrikan adalah harga yg sangat MAHAL, karna Allah SWT. tidak akan mengampuni dosa Syirik ( menduakannya )bagi siapa saja yg berbuat,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ucapan anda benar, tapi tempatnya keliru. Musryik itu dari kata syaroka, artinya berserikat, turut saham.

      kita jatuh dalam pekerjaan syirik apabila :
      1. Kita meyakini ada Tuhan lain selain Allah. Misalnya kita MENYEMBAH pada Matahari, demit, angin dll. Atau kita MEMASRAHKAN hidup pada dokter, karena yakin bahwa yang menyembuhkan adalah dokter A, yang MEMBERI RIZKI adalah Tuan B, yang MENYELAMATKAN hidup kita adalah keris / laptop dll.

      2. Meyakini ada pihak lain (selain Allah) yang turut serta / ikut andil menjadi Tuhan. Seperti kita yakin Allah sebagai tuhan, tapi kita yakin bahwa yang mencipta itu sebagian Tuhan, sebagian adalah Uzza. kita yakin Allah tuhan, tapi kita juga percaya bahwa yang menjaga hidup adalah Air / demit dll.

      Adapun membaca tanda-tanda alam yang amat luas di luar konteks di atas. Allah maha sayang dengan hambanya, sehingga seringkali (bahkan hampir selalu) Allah mendahului dengan tanda-tanda. Seperti sebelum sakit ada tanda dan gejalanya. Sebelum bencana alam juga ada tanda dan gejalanya. Alam ini luas sekali, sebagiannya tertutup bagi mata kebanyakan kita dan hanya dibuka Allah bagi orang-orang tertentu yang dikehendaki.

      Bahkan seringkali tanda-tanda itu jelas bagi makhluk Allah selain manusia. Seperti frekuensi tertentu malah bisa didengar ayam / gajah, tapi manusia tidak mampu mendengar. Demikian pula kadang-kadang nampak bagi para jin, tapi tidak oleh manusia.

      Manusia yang bisa bermuwajahah dengan mahluk lain, maka dengan kehendak Allah bisa mengetahui hal-hal tersebut. Sekali lagi hal-hal seperti ini tidak ada hubungannya dengan sirik. Seperti Nabi sulaiman yang meminta tolong jin, angin, mendengar semut, memerintah burung dll.

      Dalam hal tersebut, Nabi Sulaiman mendapat berita / bantuan / penjelasan dll dari makhluk lain selain manusia. Siapa yang mengatakan Nabi sulaiman berlaku syirik maka orang itu yang keliru, bahkan berdosa, karena membuat tuduhan yang tidak benar.

      Adalah bijak bagi kita untuk berhati-hati, tak berhenti belajar, rendah diri, tafakur dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah ridho dengan kita.

      Hapus
  25. hati2 menulis, memang ilmu mu seberapa sih, seoarang ulama tentunya sudah memikirkan baik buruknya. buat junndullah: jangan sok pinter jga, nulis bacaan al-qur'an aja masih belepotan gitu ko sok menggurui,

    BalasHapus
  26. Mata itu ada mata dhohir dan mata bathin, masing-masing bertingkat. Yang mampu dilihat mata dhohir adalah hal-hal yang Allah kehendaki untuk bisa dilihat, selebihnya "disembunyikan" Allah dari kaum awam. Hanya Orang-orang yang dikehendaki Allah yang bisa melihatnya dengan mata bathin.

    Demikian pula dengan ilmu, ada yang dhohir ada yang bathin. Kisah nabi Musa bertemu dengan Nabi Khidhir sebagai contoh. Sebelumnya, hal ihwal Khidir adalah bathin bagi Nabi Musa, tidak diketahui Nabi Musa, sampai Allah berkehendak untuk membuka sebagiannya, dan sebagian lagi tetap disembunyikan oleh Allah yang Maha Tahu.

    Ada kisah Malaikat Harut dan Marut disebut dalam alquran. Kalau ilmu dhohir kita hanya tahu bahwa malaikat terbuat dari cahaya dan tidak memiliki nafsu, maka kita hanya akan kebingungan memahami kisah ini. Bagaimana kok malaikat bisa "iri" pada manusia, sehingga Allah "menurunkan" kedua malaikat tersebut ke dunia manusia. Kok malaikat tidak punya "nafsu" tapi punya "nafsu". Kok malaikat mengajar sihir buat manusia. Ini sebagian dari ilmu bathin.

    Manusia yang memahami hal ini akan senantiasa takjub dengan ilmu Allah yang luar bisa, tanpa batas. Dan manusia yang demikian akan senantiasa rendah hati di hadapan manusia dan rendah diri di hadapan (ilmu) Allah.

    Banyak kejadian luar bisa terjadi di hadapan mata kita, tapi kita tidak tahu. Maka itu, keliru kita bilang "itu tidak terjadi, karena saya tidak melihat, padahal saya di situ"

    Nabi SAW mengajarkan apabila kita mendapati suatu berita maka "... fatabayyanu...", apabila kita tidak mampu bertabayyun, maka disimpan saja, jangan langsung dipercaya, juga jangan langsung ditolak. Sekali lagi, disimpan saja, sampai Allah bekehendak lain.

    Kisah kisah yang terjadi di tanah jawa dan di manapun di dunia termasuk sebagian dari ilmu bathin. Seluruh kisah itu memiliki benang merah bagi orang-orang yang ALlah kehendaki untuk tahu.

    Wallahu a'lam

    BalasHapus
  27. Salam,

    Anda si penulis punya maksud baik untuk memurnikan akidah, tapi cara anda keliru. Anda bertujuan dapat pahala, tapi anda malah dapat dosa.

    Perbuatan bisa disebut baik hanya bila lulus 3 syarat : niatnya baik, tujuannya baik dan caranya baik. Salah satunya kurang maka perbuatan itu tidak termasuk perbuatan baik.

    Anda tidak tahu siapa itu syech jumadil kubra. Nama beliau Syech jamaluddin syech jalal, ayah dari Maulana Ibrahim Akbar. Karena sebelum ke asia beliau sempat tinggal di samarqand, putra beliau dijuluki Ibrahim as Samarqondy, lidah jawa menyebutnya asmorokondi, atau disebut hanya Ibrahim Asmoro.
    Beliau termasuk salah satu dari keturunan Nabi SAW melalui sayyidina Husain RA, melalui seorang ulama besar Imam Alawi Ammul Faqih. Jadi termasuk keturunan dan keluarga Nabi.

    Beliau berperan atas islamnya Raja kauthara Bo Tak Keng (Champa) dan putra beliau (Syeh Ibrahim asmoro) dinikahkan dengan salah satu putri campa. Putri campa lain dinikahi oleh Raja Majapahit saat itu.

    Melalui syeh ibrahim akbar penyebaran islam masuk ke tanah jawa dan kerajaan pasai. Cucu syech jumadil kubra adalah Sunan Ampel (di Ampel Denta saat itu) yang menjadi salah satu penasehat yang ditunjuk oleh Prabu Kertabumi (Raja Brawijaya 5).

    Jadi beliau utu adalah seorang mukmin yang besar sekali jasanya terhadap ratusan juta penduduk muslim di Indonesia.

    Seperti sy sebut di atas, tujuan anda baik untuk mengajak memernikan akidah, tapi malah berbuat dosa :
    1. Menuduh orang mukmin sebagai pembohong
    2. Menyebarkan sesuatu yang tidak benar, dan sesuatu itu bisa tersebar luas tanpa anda mampu batasi.
    3. Yang Dituduh pembohong adalah salah satu keturunan dan Keluarga Nabi SAW. Padahal Nabi mewajibkan seluruh mukminin untuk mencintai keluarga dan keturunan beliau lebih dari kita mencintai keluarga dan keturunan kita sendiri. Tidak disebut beriman seseorang sampai menjadikan Nabi lebih kita cintai dari diri kita, bapak ibu kita dan seluruh manusia. Juga menjadikan keluarga dan keturunan Nabi lebih kita cintai daripada keluarga dan keturunan kita.

    Semoga Allah yang Maha Kuasa senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua.

    Demikian, wallahu a'lam

    BalasHapus
    Balasan
    1. anda itulah yang pembohong.

      coba anda jelaskan, syeh jumadil kubro yang mendatangi ponimin itu siapa? kalau anda jawab bahwa itu benar syeh jumadil kubro maka anda bohong. karena orang yang sudah mati tak akan kembali lagi ke dunia. udah berada di alam kubur yang batasi tabir barzakh

      Hapus
    2. soal ponimim...Wallahu a'lam

      tapi klo soal ruh orang yang sudah mati tak akan kembali lagi ke dunia, ALLAHU AKBAR... kun fayakun.... 'Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia"'. (Yaasiin:82)

      Hapus
    3. Sebagaimana disabdakan Nabi SAW "... man kaana yu'minu billahi wal yaumil akhir, fal yaqul khoiran au liyasmut.." Apa bila kita mengaku beriman, maka kita ikuti sabda Nabi, supaya HANYA berbicara yang baik atau kita diam.

      Kalau kita tidak tahu suatu kejadian itu benar terjadi atau tidak, maka sebaiknya kita menahan diri, atau terus bertabayyun, sampai Allah berkehendak lain.

      Apakah baik bagi seorang muslim untuk men-judge orang lain itu benar atau tidak (pembohong), padahal kita tidak termasuk orang yang diberikan urusan untuk itu. Kita bukan hakim, atau saksi di pengadilan, atau perangkat pemerintah dll.

      Saudara lu2k mengatakan saya itulah yang pembohong.

      Mengenai kata-kata anda bahwa orang mati tak akan lagi ke dunia itu adalah sebagian dari Ilmu (ghoib) Allah. Tidak perlu kita yang membatasi, kecuali Allah sendiri yang membatasi.

      Di surat Almu'minun diceritakan mengenai barzakh yang membatasi orang-orang yang zalim yang telah mati. Ayat ini menjelaskan bahwa orang yanag sudah mati tidak bisa kembali hidup ke pentas dunia kembudian beramal, meskipun orang tersebut menginginkan hal tsb.

      Namun ini berbeda dengan pembahasan kita.

      Nabi mengatakan apabila seseorang bermimpi melihat Nabi, maka yang dia lihat itu benar, karena Setan tidak bisa meniru Nabi. Dari hadist ini bisa didapat banyak kesimpulan, di antaranya :

      1. Seseorang yang bertemu dengan Nabi (Setelah wafatnya), maka yang dia lihat dan dengar itu benar. Artinya kuasa Allah memungkinkan orang tersebut dapat bermuwajahah dengan kanjeng Nabi.

      2. Selain nabi, setan bisa menirunya. Artinya bukan pasti ditiru setan, namun bisa jadi benar, bisa jadi itu perbuatan setan. Artinya, Allah juga berkuasa memungkinkan bermuwajahah dengan orang yang telah meninggal. Hal ini banyak sekali terjadi. Kebenarannya ada di sisi Allah. Wallahu a'lam

      Sekali lagi, menahan diri lebih baik daripada kita tergelincir berbuat yang buruk, seperti menuduh orang lain berbuat / berkata buruk.

      Hapus
    4. ibnu umar sendiri tidak bisa berkata baik tapi juga tidak mau diam. jadi podho wae bahlul

      Hapus
  28. Lir-ilir, lir-ilir

    tandure wis sumilir

    Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar

    Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi

    Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro

    Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir

    Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore

    Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane

    Yo surako… surak hiyo…

    BalasHapus
  29. nggak ad yg benar semuanya, kebenaran yg mutlak punya Tuhan Yang Maha Esa....!!!!

    BalasHapus
  30. sech jumadil kubro adl bapak para wali songo yg bdakwah dijawa,,,

    BalasHapus
  31. memangnya si penulis artikel ini sudah tau siapa itu si syeikh sayyid jumadil kubro..... ojok ngawur lek nulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. syeikh sayyid jumadil kubro = kakak dari syeikh sayyid jumadil sughro

      Hapus
  32. Wes cukup !
    Ojo terusno..

    BalasHapus
  33. sudah sudah pada bubar saja...
    debat gak mutu aja pada bangga.

    BalasHapus
  34. Akan kucari penulis artikel ini...!

























    BalasHapus
  35. Kamulah penipuhnya wahai penulis
    terlaknat kaw

    BalasHapus
  36. PENIPUHNYA ADALAH ENGKAU WAHAI SANG PENULIS TERLAKNAT KAU DENGAN BEGITU MUDAHNYA KAU MENGATAKAN SYAIKH JUMADIL KUBRO ADALAH PENIPU DASAR PENDUSTA

    BalasHapus
  37. Kamulah penipuhnya wahai penulis
    terlaknat kaw

    BalasHapus
  38. Qta tiada yg tau ap yg diliat istri ponimin pd wkt itu... yg jls, ajakannya msh dlm kaidah islam & tdk mnntang syar'i. Khan tdk slh, kl qta duduk brsama smbl 八(^□^*) タノム!! & silaturahmi.... ambillah sisi positif nya. Jgn mnghina auliya, krn sm sj mnghina yg mengasihi nya

    BalasHapus
  39. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  40. ini strategi fitnah dan adu domba penulis, sayyid jumadil kubro merupakan keturunan langsung ke 18 yg silsilahnya bersambung langsung menuju rasulullah saw, jika anda menjelekkan beliau, Allah yg membalas kelak . . .

    BalasHapus
  41. Asudahlah... Tulisannya ngawur!

    BalasHapus
  42. Yang bikin tulisan itu non muslim dan anti suku jawa.....

    BalasHapus
  43. Masyaallah 4th sudah berlalu masih dibahas. Gak sengaja nemu ini, kebetulanlg cari info tentang makam syekh jumadil qubro dijogja. Soalnya bsk mw antar ibu2 ziaroh.

    BalasHapus

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here