BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Awan Petruk Ternyata Semar. Setelah dibilang Pinokio Ternyata Awan nya Berbentuk Semar

Setelah Heboh Awan berbentuk Kepala Petruk yang diartikan oleh Ponimin dan paranormal (termasuk Permadi ) sebagai tanda bahaya peringatan dari Mbah Petruk,...kini muncul gambar Awan Kiyai Semar. Nah Semar ini menurut pengarang cerita wayang Lebih sakti dari Petruk dan paranormal tentu lebih senang lagi mendapat bahan ramalan dengan munculnya Awan Semar. Apa sebenarnya Petruk dan Semar ini?
Tentu saja foto ini diedit sedemikian rupa sehingga awannya mirip Kiyai Semar.  Coba bandingkan dengan foto awan petruk,...Backgroundnya sama tapi awannya diubah.
Bentuk awan memang bisa saja dilihat sebagai bentuk sesuatu, bahkan Sultan menanggapi rumor awan Petruk dengan sedikit mencibir,"Lha kalau misalnya saya bilang itu awan Pinokio kan bisa juga toh? hidung pinokio kan juga panjang?" Tetapi keberadaan Mbah Petruk maupun Kiyai Semar adalah kebohongan besar, yang harus diungkap agar masyarakat tidak keliru.

Mbah Petruk, Kiyai Semar, Mbah Merapi, Syeikh Jumadil Kubro, dan tokoh tokoh merapi yang dikenal masyarakat merapi,.. semuanya hanyalah tokoh yang dianggap punya semacam kesaktian atau kedekatan atau hubungan khusus dengan Merapi. ada dua tipe tokoh Merapi ini
1. Sesepuh di daerah merapi yang sudah meninggal lalu dianggap keramat oleh paranormal dan masyarakat. Seperti Mbah Maridjan misalnya waktu hidupnya dianggap sebagai orang yang punya kekuatan (roso roso) menjinakkan merapi kemudian setelah meninggal dianggap arwah Mbah Maridjan lebih dekat lagi dengan penguasa merapi atau malah dianggap Mbah Maridjan menjadi penguasa ghaib merapi.
2. Setan dari jenis Jin yang mengaku ngaku sebagai penguasa merapi dengan memakai nama yang beragam, sejak dari nama dewa gunung, dewa kawah, dewa merapi sampai nama nama punakawan pewayangan seperti Petruk Semar Bagong Gareng, atau nama tokoh wayang, atau bahkan nama nama mirip wali seperti syekh Jumadil Kubro, syekh merapi syekh Jumadil Sughro dan macem macem lainnya. Semuanya mengarahkan masyarakat untuk menganggap Merapi sebagai kekuatan yang harus ditakuti kemudian harus diberi sesaji. awalawalnya tampak bagus seperti yang dilakukan jin yang mengaku bernama Syekh Jumadil Kubro yang mendatangi istri Ponimin,.... Syekh yang berbentuk lelaki tua berbaju putih dan bertasbih itu menyuruh untuk khataman quran, baca doa nurbuat dan dzikir sebanyak 7700 kali. tampaknya islami padahal Syeh Jumadil Kubro itu Setan dari jenis Jin yang akan memalingkan masyarakat dari masalah yang sebenarnya.

Tokoh merapi tipe 1 dari jenis manusia yang mati lalu dikeramatkan, ini pun sebenarnya tak lepas dari kerjaan setan yang sama jenisnya dengan yang menyamar sebagai Syeh Jumadil Kubro diatas. Setan ini keluar menemui orang orang musryik yang suka bertapa bersemedi olah batin di gunung merapi,..lalu Setan itu mengaku sebagai arwah dari Mbah Maridjan (misalnya). Padahal yang sebenarnya setiap orang yang meninggal sudah sibuk dengan urusannya sendiri di alam barzakh. Bagi yang menentang Allah semasa hidupnya mereka sudah sibuk dengan siksa kubur, bagi yang manut nurut sama Allah mereka sudah diberikan rasa nyamana dan kebahagiaan berlipat di alam kubur sehingga tak kepikiran sama sekali balik lagi ke alam dunia.

Hal hal seperti inilah sebenarnya yang mendorong orang untuk mempercayai bahwa untuk menjinakkan merapi diperlukan upacara merapi, sesajen merapi, sedekah merapi, lempar kepala kerbau, dan macem macem lain. semuanya memalingkan masyarakat dari masalah sebenarnya kenapa merapi meletus.

Sedikit kita merenung bahwa Merapi adalah milik Allah. Dan Allah tidak memerlukan sedekah kepala kerbau dan macam macam upacara semacam itu. Allah hanya menyuruh kita untuk beriman kepadaNya, meyakini bahwa tidak ada penguasa lain kecuali hanya Allah saja, kemudian disiplin menjalankan Shalat lima waktu, menginfak kan sebagian rizki yang dikaruniakan Allah kepada fakir miskin, kemudian kita menjauhkan diri dari berbuat kemaksiatan. itu saja

sekarang kita berkaca: apa sebenarnya yang telah kita lakukan?
1 ketika merapi memberikan banyak keberkahan,..orang orang yang merasa sebagai pimpinan malah mengajak masyarakat untuk sedekah gunung bukannya menggiatkan sedekah buat fakir miskin. (gunung tak butuh sedekah, dan Allah memerintahkan untuk sedekan pada fakir miskin anak telantar, anak yatim dsb) sedekah pada gunung adalah kemusrikan (dosa paling besar dihadapan Allah) dan memang itulah hasutan utama Syeh Jumadil Kubro, Mbah Petruk dan Kyiai Semar. Dan Justru syirik seperti inilah pengundang bencana paling utama (nomor satu) Coba baca kembali Quran mengenai kaum kaum yang dimusnahkan,... semuanya memiliki penyebab utama Syirik (menganggap ada kekuatan lain sperti Mbah Petruk sebagai kekuatan selain Allah)
2. diakui atau tidak, kemaksiatan perzinahan yang dibiarkan oleh penguasa dan masyarakat telah menjadi rahasia umum. dan orang orang yang berusaha mencegah perzinahan sudah mulai luntur semangatnya karena pihak penguasa sendiri mendapatkan keuntungan dari kemaksiatan itu. Bahkan Industri Pariwisata mendapatkan support paling besar dari perzinahan perjudian, dan narkoba. ini rahasia umum. tapi semuanya seakan menutupinya. kembali lagi kalau kita baca Quran,... kemaksiatan yang dilakukan rakyat bersama pemerintah inilah yang menjadi pemicu utama kedua yang pasti mendatangkan bencana.

Orang sering bertanya,... lhoh kan yang maksiat bukan cuma di gunung bahkan yang lebih banyak di pusat kota?,...

jawabannya: kalau dipusat kota  maksiatnya banyak tapi orang orang yang mengingatkan (lewat pengajian) juga orang orang yang mencegah kemaksiatan lewat razia kemaksiatan ternyata masih ada. sedangkan di gunung,....pemberi peringatan sangat sedikit bahkan kadang tidak ada. kemusyrikan seperti sedekah merapi dianggap sebagai sunnah (padahal dosa besar) Quran jarang dipelajari tapi falsafah selain Quran malah dipakai. Sholat dijalankan tapi tidak dipahami dan diamalkan maknanya. ditambah lagi kemaksiatan yang ada kerapkali dibiarkan. Marilah kita berkaca.

jadi agar merapi menjadi berkah dan bukan bencana, yang harus dilakukan adalah:
1.Tobat bersama memohon ampun sama Allah
2.Hapus semua tradisi sedekah gunung dan macam macamnya
3.Kirim para Ahli Quran untuk memberikan pengajaran makna Quran buat seluruh penduduk lereng merapi
berikan kemudahan bagi mereka untuk menegakkan Shalat dengan fasilitas masjid yang memadai dan terjangkau secara jarak oleh semua penduduk.
4.Berikan penjelasan bahwa Mbah Petruk Semar dan Jumadil Kubro adalah Setan dari jenis jin yang kerjanya menipu. seakan akan menyuruh yang baik padahal bukan
5.Tutup semua aktivitas kemaksiatan dan berikan ketegasan aga kemaksiatan tidak dibiarkan di sekitar merapi. Walaupun berat,.. meski pendapatan pajak hiburan dan penginapan menurun,.. tapi kalau mau baik ya memang mesti begitu.

apakah pemerintah mau mendapat kan uang dari pajak kemaksiatan dan sogokan dari para pemodal kemaksiatan dengan mengorbankan rakyat dan harta bendanya sebagai korban amukan merapi?

atau ada ide bagus, gimana kalau para pelaku kemaksiatan itu dilokalisir di dekat kawah merapi saja, sampai radius maksimal 3 km begitu? jadi biar adil,.. yang maksiat mereka, ya yang kena duluan biar mereka?

wa Llahu a'lam bis showab

Related Post / Artikel Terkait:



12 komentar:

  1. kerennnn bosssss..........

    BalasHapus
  2. Wah beneran ga' tuh gambarnya, memang mungkin saja sih, apapun bisa saja terjadi kalo Allah menghendaki, tapi klo gambarnya sampai sedetail masak asli sich...?

    BalasHapus
  3. ini bukan foto asli. perhatikan baris ke delapan artikel ini

    "Tentu saja foto ini diedit sedemikian rupa sehingga awannya mirip Kiyai Semar"

    BalasHapus
  4. Mbah Petruk Mbah Semar, lalu Mbah Bagong ama Mbah gareng kemana?

    BalasHapus
  5. Masyarakat emang gampang dibodohi ama hal hal beginian. ntar kalau dah percaya ama mbah petruk bakal nyebar sms,"Mbah Petruk akan mengamuk, kalau mau selamat silakan transfer uang via BCA ke rekening Mbah Petruk nomer 123456789 dst.

    wah wah kasian rakyat udah bodho tidak dididik udah gitu diboongin pake mbah petruk. udah gitu percayaa pula ,...

    BalasHapus
  6. Wah asli sekali palsunya..mungkin klo di italia gunungnya, awannya keluar gambar mobil ferari atau klo di palembang keluar awan empek empek.he..he

    BalasHapus
  7. Setuju Boossss!!!...
    memang seharusnya begitu, para pelaku kemaksiatan itu dilokalisir di dekat kawah merapi sampai radius maksimal 3 km begitu? jadi biar adil,.. yang maksiat mereka, ya yang kena duluan biar mereka?

    He..he..heeee... !




    Pokoknya aqu setuju semua yang telah kamu jelaskan di atas tadik.

    sipppp !!!

    BalasHapus
  8. gak tau apa apa tentang budaya jgn sok tau

    BalasHapus
  9. betul,kalau tidak tau budaya,jangan asal ngomong.Apa anda tidak punya budaya?Atau punya budaya tapi tidak mau mengakuinya????

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUDAYA ORANG TOLOL. Awan Petruk Heh heh. Bener yah kata quran, "mereka itu punya telinga tapi tak dipakai mendengar penjelasan Allah, mereka punya mata tapi tak dipakai memperhatikan ayat quran (dan ilmu alam), mereka punya hati tapi tak dipakai untuk memahami kaitan antara quran dan kejadian di alam raya,..... mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi"....dst

      Tuh bener bener bagai binatang ternak, dikasitau ilmu yang bener eee malah bilang gak punya budaya

      Hapus
  10. itu bukan keren,,,, Tapi karna nafsu...hehehe

    BalasHapus
  11. itu bukan keren,,,, Tapi karna nafsu...hehehe

    BalasHapus

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here