BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Zakat itu Apa Sih? Kenapa Wajib? Apa Manfaatnya?

Beberapa hari lagi umat Islam seluruh dunia merayakan Hari Idul Fitri seusai Ramadhan. Bersamaan dengan itu ramai orang membicarakan Zakat. Meskipun sudah menjadi bahasan umum tiap kali Ramadhan usai, kenyataannya ada beberapa orang yang belum paham benar hal ihwal zakat. Zakat itu Apa Sih? Kenapa Wajib? Apa Manfaatnya? Berikut ini penjelasannya

Sejarah zakat[sunting]

Setiap muslim diwajibkan memberikan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah S.W.T. Kewajiban ini tertulis di dalam Alquran. Pada awalnya, Alquran hanya memerintahkan untuk memberikan sedekah (pemberian yang sifatnya bebas, tidak wajib). Namun, pada kemudian hari, umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat. Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad SAW melembagakan perintah zakat ini dengan menetapkan pajak bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin.[1] Sejak saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukan bahwa pada kemudian hari ada pengaturan pemberian zakat, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut.[2].
Pada zaman khalifah, zakat dikumpulkan oleh pegawai sipil dan didistribusikan kepada kelompok tertentu dari masyarakat. Kelompok itu adalah orang miskin, janda, budak yang ingin membeli kebebasan mereka, orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayar.[3]Syari'ah mengatur dengan lebih detail mengenai zakat dan bagaimana zakat itu harus dibayarkan.

Hukum zakat[sunting]

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salathaji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. Zakat juga merupakan sebuah kegiatan sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia dimana pun.

Jenis zakat[sunting]

Zakat terbagi atas dua jenis yakni:
  • Zakat fitrah
    Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
  • Zakat maal (harta)
    Zakat yang dikeluarkan seorang muslim yang mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.

Hak zakat[sunting]

Yang berhak menerima[sunting]

Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, tertera dalam Surah at-Taubah ayat 60 yakni:
  • Fakir - Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  • Miskin - Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.[4]
  • Amil - Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.[5]
  • Mu'allaf - Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
  • Hamba sahaya - Budak yang ingin memerdekakan dirinya
  • Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.[6]
  • Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)
  • Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan
  • Yang tidak berhak menerima[7][sunting]

      • Orang kaya dan orang yang masih memiliki tenaga.[8]
      • Hamba sahaya yang masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya.
      • Keturunan Rasulullah (ahlul bait).[9]
      • Orang yang dalam tanggungan dari orang yang berzakat, misalnya anak dan istri.

      Faedah agama (Diniyyah)[sunting]

      1. Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari Rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
      2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.
      3. Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Allah, yang artinya: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah" (QS: Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits yang muttafaq "alaih Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam" juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat ganda.
      4. Zakat merupakan sarana penghapus dosa.

      Faedah akhlak (Khuluqiyah)[sunting]

      1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat.
      2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.
      3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
      4. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.
      5. Menjadi Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.

      Faedah kesosialan (Ijtimaiyyah)[sunting]

      1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.
      2. Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.
      3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelasekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.
      4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.
      5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.

      Hikmah Zakat[sunting]

      Hikmah dari zakat antara lain:
      1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.
      2. Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
      3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
      4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
      5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
      6. Untuk pengembangan potensi ummat
      7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
      8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.

      Zakat dalam Al Qur'an[sunting]

      • QS (2:43) ("Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'".)
      • QS (9:35) (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.")
      • QS (6: 141) (Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan).

      Lembaga Amil Zakat Nasional[sunting]

      Saat ini terdapat 22 lembaga amil zakat nasional yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto untuk memudahkan pembayaran pajak. [11]
      1. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
      2. Baitul Maal Hidayatullah
      3. Baitul Mal Ummat Islam Bank Negara Indonesia (BAMUIS BNI)
      4. Baitulmaal Muamalat (BMM)
      5. Baituzzakah Pertamina
      6. Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSM Umat)
      7. Dompet Dhuafa Republika
      8. Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT)
      9. LAZ Yayasan Amanah Takaful
      10. LAZ Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia
      11. LAZIS Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
      12. LAZIS Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (LAZIS IPHI)
      13. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU)
      14. LAZ Dana Sosial Islam( DSI )
      15. Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal wat Tamwil (LAZNAS BMT)
      16. Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU)
      17. Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU)
      18. Pusat Zakat Umat (LAZ Persatuan Islam)
      19. Rumah Zakat Indonesia/ Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ)
      20. Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF)

    Related Post / Artikel Terkait:



    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here