Kenapa Orang Bisa Gila?

Kenapa sih orang bisa gila? Orang jadi gila karena stress yang terlalu berat. Benarkah demikian? Jawaban yang benar adalah TIDAK. Kenapa? Pada kenyataannya banyak  orang yang jika ditilik dari tingkat stressnya sebenarnya tidak signifikan, tetapi tetap saja dia menjadi gila. Orang di desa terpencil dan anak anak cenderung tidak menerima beban permasalahan yang berat, tetapi banyak kasus kegilaan juga menimpa mereka. Jadi apa sebenarnya penyebab utama orang jadi gila?

Jika kita telusuri riwayat hidup penderita gila, kita akan dapati pola yang hampir sama. Kebanyakan dari mereka pernah bersinggungan dengan dunia mistis, entah itu perdukunan, santet, kesurupan, tenaga dalam dll.

Akal (Qolbu) Pusat Kesadaran Manusia


Banyak orang salah kaprah menganggap bahwa akal berbeda dari hati. Ketika menyebut akal, biasanya kita menunjuk kepala (area otak) sedangkan ketika menyebut hati kita menunjuk dada (area jantung, paru paru dan hepar/lever(hati). Tak banyak orang menyadari bahwa kata qolbu dalam bahasa arab tidaklah berpadanan dengan hepar (lever/hati). Yang benar adalah bahwa Qolbu dan Akal memiliki pengertian yang sama. Qolbu itu nama bendanya, sedangkan Akal (aql) merupakan aktifitas dari Qolbu tersebut. Perhatikan penggalan ayat,"...lahum quluubun la ya'qiluuna biha..." (mereka dikaruniai qolbu tetapi tidak dipakai meng'akal'i (memahami). Jadi ya'qiluun (meng'akal'i / memfungsikan akal) merupakan aktifitas qolbu. Dan kita semua mahfum bahwa aktifitas akal itu ada di area kepala (otak) bukan di dada. Tentu saja sains modern juga mengatakan bahwa otak merupakan pusat kesadaran manusia.

Setan dari jenis Jin mengambil alih kendali otak


Pada tingkat tertentu intensitas gangguan setan dari jenis jin bisa sampai mengambilalih kendali kesadaran  seseorang.  Pada kondisi inilah seseorang mengalami fenomena gila. Yang menggerakkan seluruh aktifitas fisik orang itu bukan lagi dirinya sendiri melainkan sudah digantikan oleh jin yang merasuki dirinya. Memang benar adakalanya kendali kesadaran itu pulih tapi kemudian diambil lagi oleh jin tersebut. Dalam banyak kasus pergantian kendali kesadaran ini berganti ganti terus menerus.

Related Post / Artikel Terkait:



5 komentar:

  1. very good..saya hanya menambahkan bahwa orang menjadi gila tanpa dia menyadari hal itu..karena dia terlalu memikirkan nasib atau kesedihan yang terjadi pada dirinya yang terjadi di masa kecil hingga dewasa..kemudian kenyataan terakhir yang membuat dirinya terguncang..dia ingin mengulang peristiwa masa lalu dan memperbaikinya...sehingga dia merasa memiliki kesaktian dan kemampuan supranatural..tapi saat dia tersadar dia kecewa ternyata itu hanya khayalan semata saja..kadang dia tersadar..tapi dia berusaha melupakan kenyataan itu..dan membuat dunia baru berdasarkan khayalan semata..itu terjadi berulang terus..hingga akhirnya dia menjadi gila dan tidak bisa membedakan mana yang nyata dan yang tidak..perlu dukungan keluarga dan orang terdekat..hingga dia dapat bangkit dari kesedihan dan dapat menerima kenyataan hidup..

    BalasHapus
  2. Curhat:

    Saya juga mengalami khayalan terus menerus sampai saat Ini.
    Entah kenapa seUmur hidup saya satu haripun tidak pernah bisa melupakan yg namanya 'Menghayal_Setiap kejadian yang saya alami di dunia nyata,saya langsung mengaplikasikannya kealam khayalan. Saya melamun ketika tidak ada Orang yg menemani dan sendirian.
    kejadian itu terus berUlang2 samapai saya sadar betapa tersiksaya diriku dengan kenyataaan yg saya alami saat Ini.

    saya sering menghayal sambil dengerin musik sendirian dikamar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau mau sembuh coba konsultasikan leboh intensif via adilmuhammadisa@gmail.com atau ceritakan semuanya saja disini secara anonim untuk menjaga kerahasiaan anda

      Hapus
    2. Saya juga merasakan yang sama, semua tentang hidup, Selalu dalam khayalan saya,bahkan Hal Hal yg tidak mungkin, smua saya kyalkan :( n sedih rasa ketika nyata semua iTu tidak Ada,bahkan untuk hidup ke depan ny sudah takut,

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here