BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Bedanya Penanggalan Hijriyah dengan Masehi

Banyak orang tahu bahwa perbedaan penanggalan Hijriyah dan Masehi adalah mengenai dasar perhitungannya. yang satu berdasarkan pada posisi bulan, yang satu lagi berdasarkan posisi matahari. Akan tetapi ada satu hal penting yang dilupakan orang, dan ironisnya justru hal penting inilah yang mendasari perbedaan penentuan tanggal 1 bulan hijriyah, terutama tanggal 1 syawal yang setiap tahun selalu ramai diperbincangkan orang.
Hal penting yang dimaksud adalah garis batas penanggalan internasional(IDL=International Date Line). Bagaimana Penjelasannya?



International Date Line (IDL)

Batas penanggalan internasional ditetapkan berupa garis maya yang membentang dari kutub utara ke kutub selatan melalui daerah daerah di sekitar garis bujur  180 derajat. (daerah daerah kepulauan samudera pasifik dan hawai). Jika daerah di sebelah barat siang hari minggu tanggal 1 januari,  misalnya, maka daerah di sebelah timurnya juga siang, tetapi harinya adalah masih hari sabtu 31 januari

Garis batas penanggalan ini bersifat tetap, yaitu tetap berada di daerah daerah dengan garis bujur 180 derajat. (ctt: posisi 180 Bujur Timur dan 180 Bujur Barat adalah posisi dan tempat yang sama dalam bola bumi)

Garis Batas Penanggalan Hijriyah

Berlainan dengan penanggalan masehi, penanggalan Hijriyah menentukan batas penanggalan berdasarkan posisi bulan terhadap matahari pada saat matahari tenggelam. Kita akan segera tahu bahwa dengan acuan seperti ini maka batas penanggalan kalender Islam selalu bergerak tiap saat.  Artinya garis IDL untuk penanggalan Hijriyah bisa di Merauke, Surabaya, Medan, Delhi, Mekah, Paris, New York atau daerah mana saja di muka bumi ini. Semuanya bergantung posisi bulan terhadap tenggelamnya matahari.

Konsekuensi logisnya adalah bahwa perbedaan tanggal sebagaimana terjadi di bujur 180 (untuk kalender masehi), dalam penanggalan hijriyah perbedaan tanggal seperti ini bisa terjadi di garis bujur yang manapun di bumi ini. Secara teori misalnya di Maluku tanggal 29 Ramadhan, sewaktu matahari tenggelam, bulan belum kelihatan,....lalu  sekitar satu jam berikutnya di Surabaya diamati, ternyata bulan mulai kelihatan, maka pada saat itulah daerah Surabaya menjadi batas penanggalan Hijriyah. Artinya Surabaya dan semua daerah di sebelah barat esok hari sudah shalat Ied 1 Syawal, sedangkan semua daerah di sebelah timur Surabaya esok hari menjadi tanggal 30 Ramadhan.

Jadi secara teoritis memang akan selalu satu daerah yang sebelah timur dan sebelah baratnya berbeda tanggal Hijriyahnya, dan daerah demikian ini selalu bergerak setiap hari, sehingga penentuan tanggal 1 bulan baru pun selalu berubah posisi bujurnya.

Sedikit perlu ditambahkan bahwa karena garis edar bulan dan matahari tidak menetap di ekuator (selalu berpindah garis lintangnya), maka sinar bulan yang sampai ke bumi sebenarnya membentuk garis lengkung (tidak lurus menempel garis bujur bumi)

Kebijakan Pemerintah Dalam Penentuan Tanggal Hijriyah

Secara Teori Tidak Mungkin Berbeda Lebih dari 1 Hari



Related Post / Artikel Terkait:



2 komentar:

  1. Aku gak ngerti, artikelnya gak jelas karena tidak sampai tuntas.
    Tolong tampilkan artikel yang sempurna agar bisa dibaca dan dikomentari, kalau perlu didukung atau disalahkan.
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. ga je.....ra mutu

    BalasHapus

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here