BUNUH DIRI Isra' Mi'radj PasangIklanGratis Hijriyah vs Masehi Muhammad dan Anemogamy PasangIklanGratis Alam Semesta Terbatas PasangIklanGratis

Setelah Merapi BROMO Menggeliat

VIVAnews - Gunung Bromo di Jawa Timur belum beranjak dari status 'awas', atau level tertinggi status aktivitas gunung berapi. Menurut petugas pengamatan di pos pantau di Desa Ngadisari, Sikapura, Probolinggo, Ahmad Subhan, pagi ini cuaca di sekitar Bromo terang. Angin bertiup tenang, dan suhu udara berkisar 12 hingga 18 derajat Celcius.

"Bisa terlihat jelas, asap putih tipis bertekanan lemah ke luar dari kawah. Tinggi maksimal 50 meter dan bertiup 100 meter dari bibir kawah," kata Ahmad saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 26 November 2010. 

Berdasarkan pengamatan seismik, Kamis kemarin, ada 69 kali gempa vulkanik dengan amplitudo di kisaran 6-35 milimeter. Sementara gempa tremor masih berlanjut.
Menurut Ahmad, aktivitas vulkanik Bromo cenderung menurun. Namun, sebaliknya, aktivitas seismik justru naik. "Sejak pukul 00.00 sampai pukul 06.00 WIB, gempa vulkanik sudah terekam 26 kali," tambah dia. "Rekomendasi masih sama, wilayah 3 kilometer dari kawah steril. Warga dan wisatawan dilarang mendekat."

Bromo dinyatakan berstatus 'awas' sejak 23 Oktober 2010 lalu. Meski dikhawatirkan meletus, Bromo tak seberbahaya Merapi. Dosen Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan peneliti di Pusat Studi Kebumian dan Bencana, Dr. Putu Artama, mengatakan karakteristik Bromo berbeda dengan Merapi.

"Jika terjadi letusan, material yang dimuntahkan pasir dan abu dengan kisaran radius 6 sampai 10 kilometer," terang Dr. Putu Artama kepada VIVAnews.com.
Itu berbeda dengan material yang dimuntahkan Gunung Merapi berupa lava pijar dan bebatuan, juga awan panas 'wedhus gembel'.

Selain itu, Bromo juga terbentengi oleh lautan pasir. Seperti diketahui, topografi Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. "Yang membayakan itu adanya semburan berwarna kekuningan, karena itu kandungan belerang dan sangat berbahaya jika terhirup," jelas Putu Artama. (kd)
• VIVAnews

Related Post / Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Artikel Ini Bagus (Good) atau Jelek (Bad)? Please Comment here